Bogor — Duka menyelimuti SMKN 1 Cileungsi setelah sebagian ruang kelasnya roboh Rabu (10/9), namun kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Kamis (11/9/2025) bak embun pagi yang membawa harapan bagi murid dan guru yang terdampak musibah.
Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah dan merespons secara cepat terjadinya keruntuhan bangunan kelas. Di lokasi, Mendikdasmen menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sambil memberikan dukungan moral kepada para murid yang mengalami trauma.
Pada saat peninjauan, Abdul Mu’ti menapaki area darurat di SMKN 1 Cileungsi, menyaksikan tenda bantuan yang didirikan oleh Kemendikdasmen sebagai solusi belajar sementara. Tenda tersebut dimaksudkan agar proses pendidikan tetap berjalan meski gedung kelas belum bisa digunakan.
“Kami berduka atas musibah ini. Pemerintah hadir untuk memastikan para murid tetap mendapatkan hak pendidikan dan didampingi pemulihan psikososialnya,” ujar Abdul Mu’ti.
Langkah-langkah tanggap darurat telah diambil, berupa penyediaan tiga unit tenda belajar darurat, santunan untuk keluarga korban, layanan psikososial untuk murid yang terkena dampak psikologis, dan koordinasi revitalisasi bangunan satuan pendidikan bersama pemerintah daerah.
Selain ke SMKN 1 Cileungsi, Abdul Mu’ti juga mendatangi rumah sakit tempat beberapa murid dirawat akibat luka-luka serius. Korban-korban terluka mengalami patah tulang, sesak napas, bahkan pendarahan akibat tertimpa plafon, pecahan genting, dan serpihan asbes.
Mendikdasmen menegaskan bahwa keselamatan murid adalah prioritas. Ia menyebutkan bahwa pemerintah akan melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memperbaiki sekolah, memastikan standar keselamatan bangunan, serta supaya kejadian serupa tak terulang.
Musibah ini menimbulkan kepedihan, tetapi respons cepat pemerintah diharapkan bisa mengurangi beban serta menjaga agar pendidikan siswa tetap berlangsung dengan aman dan layak. (ADV).
