Jember – Di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya reda, senyum warga Kebonsari mengembang saat truk Bulog datang membawa karung-karung beras. Pemerintah Kabupaten Jember resmi memulai penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, dimulai dari Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kamis (17/7/2025).
Program ini menyasar 417 keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing memperoleh 20 kilogram beras jenis medium untuk dua bulan. Penyaluran perdana ini turut dihadiri oleh Kepala Sub Divisi Regional Bulog Jember Muhammad Ade Saputra, Lurah Kebonsari Herlan Hidayat, Kapolsek Sumbersari, serta Danramil setempat.
Muhammad Ade Saputra menegaskan bahwa Bulog bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan kualitas beras sebelum disalurkan. “Setiap penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram per bulan, jadi totalnya 20 kilogram. Kami pastikan kualitas beras yang disalurkan layak konsumsi,” katanya saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Lurah Kebonsari Herlan Hidayat mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara bijak. “Gunakanlah beras ini untuk kebutuhan sehari-hari. Tolong jangan dijual, karena bantuan ini diberikan untuk mengurangi beban kebutuhan pokok keluarga,” ujarnya kepada warga.
Bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan merespons tekanan ekonomi akibat inflasi serta dampak lanjutan pandemi. Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Perum Bulog dan pemda untuk mendistribusikan bantuan secara merata di seluruh daerah.
Program bantuan pangan ini juga diharapkan mampu mendukung stabilitas harga beras di pasar lokal dan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Data menunjukkan bahwa sejak awal 2025, harga beras cenderung meningkat seiring gangguan distribusi akibat faktor cuaca dan kenaikan biaya logistik.
Pemerintah Kabupaten Jember sendiri menargetkan distribusi bantuan selesai dalam waktu dua pekan untuk seluruh kecamatan. Petugas dari kelurahan hingga RT/RW dilibatkan guna memastikan validitas data penerima dan proses distribusi berjalan tanpa kendala.
Dengan dimulainya penyaluran ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar mereka. Bantuan pangan menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan sosial dan memastikan tak ada warga yang kekurangan asupan pokok di tengah ketidakpastian ekonomi.
