Jember – Seperti ironi di tengah tumpukan karung beras, keluhan warga Jember terus mengalir meski stok beras di gudang Bulog diklaim melimpah. Di saat cadangan dipastikan cukup hingga 50 bulan ke depan, harga beras di pasaran masih menguras dompet masyarakat.
Kepala Sub Divre Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menyatakan bahwa stok beras sangat aman. “Cadangan beras kita sangat aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 50 bulan ke depan,” ujarnya kepada media. Namun, pernyataan tersebut tampaknya belum mampu menenangkan keresahan publik.
Juhariya, seorang ibu rumah tangga di Desa Jenggawah, mengaku keberatan dengan harga beras saat ini. “Sekarang harga beras di warung kalau saya beli itu Rp14.000 per kilo. Kalau beli kemasan 5 kilo ya jadi Rp70.000. Memang berasnya bagus. Tapi yang murah dan gak poles itu susah dicari. Cukup memberatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” keluhnya.
Melambungnya harga beras di tengah ketersediaan yang berlimpah membuat warga mempertanyakan efektivitas distribusi dan pengawasan harga. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga di pasar dan memastikan beras bersubsidi benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Menanggapi hal ini, Muhammad Ade menjelaskan bahwa Bulog tengah menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan harga. “Kita sudah menggelontorkan beras SPHP ke kios-kios pangan dan toko pasar. Namun, untuk pasar masih menunggu proses verifikasi dari dinas terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program SPHP sangat penting. “Jangan sampai pedagang membuka kemasan beras medium dan menjualnya kembali sebagai beras premium. Itu penyimpangan. Bulog saat ini sedang memverifikasi ulang seluruh penyalur agar tidak terjadi kecurangan. Jika ditemukan pelanggaran, Satgas Pangan akan bertindak tegas,” tegasnya.
Langkah Bulog untuk memperkuat distribusi beras SPHP berjalan beriringan dengan penyaluran bantuan pangan. Masyarakat diharapkan bersabar karena dalam waktu dekat stok beras murah akan kembali digelontorkan ke pasaran, sehingga bisa membantu meredam harga yang tinggi.
Warga berharap pengawasan ketat dan distribusi yang adil dapat segera meredam gejolak harga. Bagi mereka, satu kilo beras murah bukan sekadar angka, tapi harapan akan stabilitas hidup sehari-hari.
