Sidoarjo – Gelak tawa seperti tak memberi ruang bagi suasana tegang ketika puluhan kader dan pengurus TP PKK Desa Kalidawir berjibaku menuntaskan berbagai permainan khas Agustusan. Alih-alih hanya mengejar kemenangan, mereka menjadikan lomba sebagai panggung kebersamaan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Balai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para kader dan pengurus TP PKK Desa Kalidawir bersama mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Al Khoziny. Sejumlah permainan beregu disiapkan untuk menguji koordinasi dan kerja sama peserta, mulai dari estafet bola, membawa tempe di atas kepala, memasukkan paku ke dalam botol, hingga estafet sarung. Setiap kelompok dituntut menyelesaikan tantangan dengan kompak, sehingga kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi justru memancing tawa peserta maupun warga yang menyaksikan.
Meski berlangsung sederhana, perlombaan itu tidak hanya dirancang sebagai hiburan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan. Panitia ingin menjadikan momentum HUT RI sebagai sarana memperkuat hubungan antaranggota PKK, menumbuhkan budaya saling membantu, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui permainan yang membutuhkan koordinasi tim.

Ketua TP PKK Desa Kalidawir, Thoyibah, yang juga istri Kepala Desa Kalidawir, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar menentukan siapa yang menjadi juara. Nilai kebersamaan dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama justru menjadi pesan yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta.
“Sebenarnya untuk kegiatan lomba-lomba PKK ini, semangat kemerdekaannya yang kita ambil. Untuk lomba-lombanya sendiri, kita mengambil nilai kebersamaan tim, bagaimana mereka bisa menyelesaikan masalah bersama-sama,” ujar Thoyibah kepada wartawan.
Menurut Thoyibah, perlombaan menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga komunikasi dan kedekatan di antara para pengurus maupun kader. Kekompakan yang muncul selama permainan diharapkan tidak berhenti ketika lomba berakhir, melainkan ikut terbawa dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan organisasi di tingkat desa.
“Harapan kami dengan adanya lomba-lomba ini, ibu-ibu PKK Desa Kalidawir semakin solid dan maju, serta semakin menghargai negara dan kemerdekaannya,” katanya.
Suasana yang cair selama kegiatan juga dirasakan Kusnia (37), salah seorang kader PKK Desa Kalidawir. Menurutnya, perlombaan beregu memberikan manfaat karena peserta tidak dapat mengandalkan kemampuan individu semata. Setiap anggota kelompok harus saling membantu agar tantangan dapat diselesaikan dengan baik.
“Tujuan dan manfaat lomba tersebut sangat banyak. Salah satunya menjaga kekompakan serta saling gotong royong. Kita harus kompak dalam lomba supaya bisa menjadi juara,” ungkapnya.
Bagi Kusnia, kemeriahan lomba Agustusan juga menjadi selingan menyenangkan di tengah rutinitas para kader PKK. Momentum peringatan kemerdekaan dinilainya dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengurus sekaligus menciptakan suasana organisasi yang lebih akrab, guyub, dan penuh semangat.
“Dengan ikut lomba di bulan Agustus ini, kami ingin kegiatan di desa, khususnya para pengurus PKK, semakin ramai dan menyenangkan. Harapannya ke depan semakin kompak dan guyub, serta ada lomba-lomba lagi yang lebih meriah,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) itu sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui kegiatan sederhana namun sarat makna. Di tengah tawa dan persaingan antartim, para kader PKK Desa Kalidawir belajar bahwa kekompakan, komunikasi, dan gotong royong menjadi modal penting untuk menyelesaikan tantangan bersama.
Melalui rangkaian lomba tersebut, TP PKK Desa Kalidawir berharap semangat kebersamaan tidak hanya terasa selama perayaan HUT RI ke-81. Nilai yang tumbuh dari permainan beregu itu diharapkan terus menjadi energi untuk memperkuat organisasi, membangun kekeluargaan, dan mendukung kegiatan masyarakat di Desa Kalidawir.
