Lanzhou – Kota Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu, China barat laut, kembali menjadi tuan rumah Pameran Investasi dan Perdagangan China ke-31 yang resmi dibuka pada Minggu (6/7/2025). Tahun ini, Indonesia tampil istimewa sebagai negara tamu kehormatan, menandai peningkatan hubungan ekonomi dan budaya antara kedua negara.
Pameran yang telah berlangsung sejak 1993 ini mencatat rekor kehadiran lebih dari 2.000 perusahaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Perwakilan dari lebih dari 20 negara seperti Jerman, Spanyol, Rusia, Malaysia, dan Iran turut meramaikan ajang ini, bersama delegasi dari 18 wilayah administratif China, termasuk Hong Kong.
Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menyampaikan bahwa sebanyak 16 perusahaan asal Indonesia berpartisipasi dengan menampilkan kopi, makanan khas, kerajinan tangan, serta batik tradisional.
“Kami berharap kerja sama di sektor energi terbarukan, pertanian modern, dan wisata budaya semakin erat antara Indonesia dan China,” ungkap Djauhari di sela pembukaan pameran.
Pameran tahun ini dibagi menjadi empat zona utama: kerja sama Jalur Sutra Internasional, pertukaran regional, barang konsumen, dan industri unggulan Gansu. Berbagai produk unggulan seperti manufaktur peralatan, biomedis, material baru, teknologi informasi, hingga energi baru turut dipamerkan.
Sebanyak lebih dari 30 forum dan acara perdagangan telah dijadwalkan dalam rangkaian kegiatan. Salah satu pencapaian penting dalam pameran ini adalah penandatanganan 1.181 proyek investasi dengan nilai mencapai lebih dari 650 miliar yuan atau sekitar 90,9 miliar dolar AS.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut meliputi sektor pengolahan hasil pertanian, peralatan energi baru, material teknologi tinggi, dan digitalisasi industri.
Keikutsertaan Indonesia sebagai tamu kehormatan mempertegas komitmen Jakarta dan Beijing dalam memperluas kolaborasi ekonomi bilateral. Para pelaku usaha nasional pun berharap ajang ini menjadi batu loncatan untuk memperkuat ekspor produk lokal ke pasar Tiongkok yang sangat potensial.
