Sungai Penuh – Kolaborasi dalam pelayanan kesehatan diibaratkan seperti roda gigi yang harus saling terhubung agar bergerak selaras. Semangat itulah yang tampak dalam Round Table Discussion yang digelar RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh, sebagai upaya memperkuat sinergi antar fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) ini menghadirkan perwakilan Puskesmas serta tenaga kesehatan dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Diskusi berlangsung di aula RSUD dengan fokus utama menyamakan persepsi dalam sistem pelayanan, memperkuat mekanisme rujukan pasien, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang terintegrasi. Forum ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gusnardi, membuka kegiatan tersebut sekaligus menekankan pentingnya sinergi antar fasilitas kesehatan. Ia menilai bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya komunikasi dan koordinasi yang kuat antara Puskesmas dan rumah sakit sebagai rujukan lanjutan.
“Sinergitas antar fasilitas kesehatan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada masyarakat,” ujar Gusnardi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan sistem pelayanan kesehatan sangat bergantung pada keterpaduan antar lini layanan, terutama dalam memastikan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib, Debi Zartika, S.Kep., M.Biomed, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa rumah sakit tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan. Koordinasi yang baik juga dinilai mampu meminimalkan kesalahan dalam proses rujukan dan mempercepat penanganan pasien, terutama dalam kasus-kasus darurat.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas secara mendalam. Di antaranya adalah optimalisasi sistem rujukan berbasis kebutuhan pasien, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas, serta penguatan sistem informasi kesehatan agar alur pelayanan lebih efisien dan transparan.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari keterbatasan fasilitas, tantangan geografis, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi bagian dari pembahasan yang konstruktif.
Langkah ini dinilai penting dalam menciptakan sistem kesehatan yang tidak hanya responsif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan adanya forum diskusi seperti ini, diharapkan tercipta keselarasan dalam pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pasien.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan sistem kesehatan daerah. RSUD Mayjen H.A. Thalib bersama Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus mendorong integrasi layanan demi meningkatkan akses kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas, sekaligus memperkuat fondasi sistem kesehatan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. (ADV)
