Kukar – Di tengah deru pembangunan dan geliat ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN), ada satu gerakan akar rumput yang pelan namun pasti mulai mencuri perhatian: Localista Kukar. Komunitas yang berbasis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, ini tak hanya sekadar forum diskusi atau ajang kumpul pelaku usaha, tetapi menjadi ruang pembelajaran, inkubator mimpi, dan jembatan legalitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di sinilah semangat “langkah kecil menuju pasar besar” benar-benar menemukan maknanya.
Berawal dari Kerisauan, Tumbuh Jadi Gerakan
Awalnya, Localista Kukar hanyalah obrolan kecil di antara segelintir pelaku UMKM dan pegiat komunitas yang merasa frustrasi karena sulitnya mengakses perizinan, pasar, dan bantuan pemerintah. Banyak pelaku usaha rumahan di desa-desa Kukar yang memiliki produk unggul—dari keripik pisang, sabun herbal, hingga tas rajut—namun terkendala legalitas usaha.
“Bayangkan, kami punya produk bagus, tapi ditolak masuk ke pasar modern hanya karena tak punya NIB (Nomor Induk Berusaha),” kenang Lilis Nurbaya, salah satu anggota penggerak Localista Kukar, Senin (9/6/2025).
Dari keresahan itu, Localista lahir dengan satu misi: membuat UMKM lokal naik kelas. Bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pendampingan langsung, pelatihan, hingga studi banding ke kota-kota yang lebih maju.
Legalitas Adalah Kunci
Bagi Localista, legalitas bukan hanya persoalan administratif. Ia adalah tiket masuk ke dunia yang lebih luas: pasar nasional, bantuan modal, kemitraan strategis, dan bahkan peluang terlibat dalam proyek-proyek pengadaan pemerintah.
Program pertama yang digagas adalah pelatihan pembuatan NIB dan NPWP. Di luar dugaan, antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi.
“Kami bantu dari nol, bahkan hingga bimbing isi form online. Beberapa ibu-ibu bahkan baru pertama kali pegang laptop,” tutur Lilis sambil tersenyum.
Kini, lebih dari 100 UMKM telah tergabung dan memiliki legalitas usaha yang sah. Mereka tersebar dari wilayah Loa Kulu, Tenggarong, hingga Muara Badak.
Belajar dari Balikpapan
Salah satu terobosan Localista adalah menggelar studi banding ke Balikpapan, kota yang dinilai lebih matang dalam ekosistem UMKM-nya. Di sana, para anggota belajar bagaimana pelaku usaha bisa menjalin kerja sama dengan hotel, rumah makan, dan gerai oleh-oleh lokal.
Bagi Lilis, pemilik usaha kue kering di Tenggarong ini.
“Saya jadi tahu pentingnya packaging, branding, bahkan cara foto produk untuk Instagram. Pulang dari sana, saya langsung ganti kemasan dan daftar ke marketplace,” katanya bangga.
Kini, penjualannya meningkat dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir.
Bermimpi Masuk IKN
Tak puas hanya mengurus legalitas dan pelatihan teknis, Localista Kukar mulai melirik IKN sebagai panggung masa depan UMKM lokal. Bagi mereka, pembangunan ibu kota baru bukan sekadar proyek negara, tapi peluang bagi masyarakat Kalimantan untuk mengambil bagian dalam sejarah.
“Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujar Lilis dengan mata berbinar.
Localista sudah menjalin komunikasi awal dengan dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Kukar, agar produk binaan mereka bisa masuk dalam klaster penyedia barang dan jasa IKN, terutama di sektor konsumsi, kriya, dan suvenir.
Dukungan Dari Wakil Rakyat
Perjuangan Localista tak berjalan sendiri. Salah satu figur penting yang berada di belakang gerakan ini adalah Firnadi Ikhsan, anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur sekaligus pembina komunitas ini. Dalam berbagai kesempatan, ia tak bosan mengingatkan pentingnya legalitas agar UMKM tidak tertinggal dalam peta kebijakan pembangunan.
“Bantuan dari pemerintah itu ada, tapi jalurnya harus jelas dan proposalnya tertib. Localista membantu UMKM memenuhi syarat administratif, dan itu sangat strategis,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi program bantuan UMKM.
Firnadi juga mengajak masyarakat luas untuk turut serta mendukung gerakan ini.
“Kalau ada pengajian, hajatan, acara kampung, pakai produk UMKM lokal. Itu bentuk cinta nyata pada ekonomi daerah,” tegasnya.
Jejaring dan Solidaritas Komunitas
Keunikan Localista Kukar tidak hanya terletak pada programnya, tapi juga pada cara komunitas ini dibangun. Mereka menghindari hierarki kaku dan lebih mengutamakan sistem solidaritas—saling bantu, saling promosi, dan saling belajar.
Setiap anggota punya peran: ada yang ahli di desain kemasan, ada yang paham digital marketing, dan ada yang fokus pada keuangan. Mereka saling melengkapi dan berbagi secara cuma-cuma.
Tantangan yang Masih Ada
Meski sudah banyak capaian, perjalanan Localista masih panjang. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan akses internet dan literasi digital di beberapa wilayah pedesaan.
“Banyak pelaku UMKM yang belum paham cara promosi digital. Padahal sekarang semuanya serba online,” ungkap Lilis.
Di sisi lain, pengadaan bahan baku, ongkos kirim yang tinggi, dan belum meratanya pelatihan dari instansi pemerintah masih menjadi ganjalan dalam upaya ekspansi pasar.
Namun, semangat tak pernah padam. Localista sedang menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi dan relawan muda digital marketing untuk mengatasi kendala ini.
Menjadi Inspirasi Regional
Localista berencana mengikuti beberapa Expo UMKM baik di Tenggarong, maupun tingkat provinsi menghadirkan produk unggulan dari seluruh kecamatan di Kukar.
“Kami tidak ingin eksklusif. Kalau bisa menjadi inspirasi, kenapa tidak? Kita bisa bikin forum bersama lintas kabupaten,” kata Firnadi.
Mimpi Kolektif untuk Kesejahteraan Bersama
Di balik setiap paket keripik, botol sambal rumahan, dan sabun herbal dari UMKM binaan Localista, tersimpan mimpi kolektif untuk hidup yang lebih baik. Bukan hanya soal uang, tetapi juga harga diri, eksistensi, dan harapan.
Localista Kukar membuktikan bahwa perubahan tidak harus menunggu kebijakan besar dari atas. Ia bisa dimulai dari komunitas kecil, dari lorong-lorong kampung, dari tangan ibu-ibu rumah tangga yang tak pernah menyerah belajar.
“Ini bukan soal saya atau kami. Ini tentang masa depan UMKM Kukar, tentang Kalimantan Timur, dan tentang bangsa yang memberi ruang bagi semua untuk tumbuh,” tutup Lilis, dengan senyum yang penuh keyakinan.(ADV).
