Samarinda – Pagi yang cerah di Jalan Kadrie Oening, Samarinda, menjadi saksi komitmen tahunan DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur. Di halaman kantor partai itu, lima ekor sapi kurban berdiri tenang, menandai momen penting dalam perayaan Iduladha 1446 Hijriah. Bukan sekadar tradisi ibadah, kegiatan ini telah menjelma menjadi simbol kepedulian sosial lintas batas yang konsisten dijalankan oleh kader partai berlambang kepala garuda tersebut. DPD Gerindra kali ini akan menyebarkan ratusan daging kurban kepada masyarakat yang berhak membutuhkan.
Di tengah suasana hangat penuh semangat gotong royong, Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim sekaligus Ketua DPD Gerindra Kaltim, tampak menyambut warga dan pengurus partai dengan senyum lebar. “Kita rutin berkurban sejak 2019 lalu. Tapi tahun ini lebih banyak, yakni lima ekor sapi. Biasanya hanya dua atau tiga,” ucap Seno kepada awak media, Sabtu (7/6/2025)
Yang menarik, kegiatan kurban ini bukan sekadar seremoni internal partai. Kolaborasi menyeluruh antara pengurus DPD, DPC, anggota DPRD Kaltim, hingga fraksi partai turut menyokong keberlangsungan program. “Kita bersatu padu agar lebih banyak memberikan kepada masyarakat Kaltim,” ujar Seno sambil menunjuk ke arah sapi-sapi yang siap diserahkan ke panitia kurban.
Namun bukan hanya jumlah hewan yang menjadi perhatian publik, melainkan juga pendekatan distribusinya yang inklusif dan manusiawi. Tak ada antrean, tak ada sistem kupon. Semua dilakukan dengan cara mendatangi langsung warga yang membutuhkan.
“Dagingnya akan diserahkan kepada masyarakat yang muslim. Tidak hanya itu, kita juga akan memberikan kepada masyarakat non muslim,” tegas Seno. Bagi Gerindra Kaltim, semangat kurban tidak terbatas pada aspek ritual, melainkan menjangkau esensi kemanusiaan: berbagi kepada sesama, tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Sejumlah warga yang rumahnya dikunjungi panitia mengaku terkejut sekaligus terharu. “Kami tidak menyangka akan dapat. Biasanya harus ambil kupon, ini tiba-tiba diantar. Alhamdulillah,” ujar seorang warga di kawasan Samarinda Ulu. Seorang lainnya, warga Kristen yang turut menerima daging kurban, mengapresiasi keterbukaan Gerindra. “Ini bukti nyata kebersamaan. Kami merasa dihargai.”
Di tengah meningkatnya tensi politik dan gesekan sosial di berbagai tempat, langkah ini menjadi semacam pesan moral dari Gerindra Kaltim. Iduladha dijadikan panggung untuk memperkuat solidaritas dan kepercayaan antarumat beragama. “Kami ingin menegaskan bahwa Gerindra hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi juga dalam keseharian rakyat,” kata salah satu panitia kurban.
Dalam suasana yang sarat makna itu, Seno menyampaikan harapannya agar partisipasi kader dan perwakilan rakyat dari Gerindra semakin meluas. “Semoga ke depannya kader Gerindra dapat menghadirkan banyak anggota DPRD, supaya hewan kurbannya semakin meningkat,” pungkasnya penuh optimisme.
Bagi Seno Aji dan Gerindra Kaltim, kurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Ia menjadi bentuk konkret dari cita-cita politik yang berpihak kepada rakyat kecil. Lewat kurban tanpa kupon, mereka menyisipkan pesan bahwa politik yang baik adalah politik yang menghidupkan nilai kemanusiaan dan menjangkau setiap rumah warga—tanpa membedakan.
