Cisayong – Dalam semangat pemerataan pendidikan dan mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat, SMAN 1 Cisayong memastikan bahwa proses penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 sepenuhnya gratis. Tidak ada pungutan biaya apa pun bagi calon siswa, termasuk uang pendaftaran, sumbangan pembangunan, atau pembelian perlengkapan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Cisayong, Dadan Abdul Rahman, SBDI, menyatakan bahwa pihak sekolah berkomitmen mendukung kebijakan pendidikan gratis di sekolah negeri. “Insya Allah kami tidak akan memungut sesuatu pun. Segala proses masuk ke SMA Negeri 1 Cisayong adalah nol rupiah,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, satu-satunya biaya yang mungkin timbul adalah kebutuhan administrasi dasar yang ditanggung sendiri oleh orang tua, seperti fotokopi dokumen. Namun, itu pun bukan bagian dari pungutan resmi sekolah.
“Untuk seragam, kami tidak menyediakan dan memang tidak diperbolehkan. Orang tua bisa membeli seragam atau kaos olahraga sendiri di toko terdekat. Sementara waktu, siswa dapat menggunakan pakaian olahraga yang dimiliki, asal sesuai warna yang dianjurkan seperti hitam atau biru,” tambahnya.
Kebijakan ini merupakan perbedaan mencolok dari masa lalu, saat sekolah masih baru berdiri dan belum memiliki infrastruktur memadai. Dulu, sumbangan pembangunan sempat dikumpulkan melalui komite sekolah dan orang tua siswa, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti masjid dan lahan.
Namun, kini SMAN 1 Cisayong menyatakan telah sejajar dengan sekolah negeri mapan lainnya dan tidak lagi memerlukan dukungan dana dari orang tua. Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, telah mengambil alih seluruh kebutuhan operasional dan pengembangan sekolah negeri.
“Sekarang tidak ada lagi uang bangunan, uang seragam, maupun biaya fasilitas lain. Ini adalah tanggung jawab negara untuk menjamin akses pendidikan yang setara dan berkualitas,” tegas Dadan.
Langkah ini disambut positif oleh masyarakat setempat yang merasa terbantu secara finansial, terutama di tengah tantangan ekonomi pascapandemi.
