Seruan langit yang abadi terpatri dalam ayat-ayat suci, salah satunya perintah qurban dalam QS Al-Kautsar. “Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan berqurbanlah.” (Al-Kautsar: 1-2). Ayat ini menjadi dasar kuat disyariatkannya ibadah qurban dalam Islam.
Menurut tafsir Ibnu Katsir, perintah “wanhar” (berqurbanlah) dalam ayat tersebut merujuk langsung pada penyembelihan hewan qurban setelah shalat Ied. Pendapat ini juga dinyatakan oleh Qatadah, Atha’, dan Ikrimah dalam Taisirul ‘Allaam dan ditegaskan lagi oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim.
Dalam Buku Saku Fiqih Qurban (2022), qurban dijelaskan bukan hanya sebagai simbol kedekatan kepada Allah, tetapi juga sebagai bentuk syukur atas segala nikmat-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa ibadah qurban bukan pilihan biasa, melainkan perintah dari Rabb yang Mahakuasa.
Rasulullah SAW mencontohkan secara langsung pelaksanaan qurban pada Hari Nahr. Hadits yang diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib RA menjelaskan, Nabi bersabda bahwa siapa pun yang menyembelih hewan sebelum shalat Ied, maka sembelihannya tidak termasuk qurban, melainkan sekadar daging biasa. (HR Bukhari 983).
Taujih rabbani ini bukan sekadar nasihat ilahiyah, tetapi perintah yang menuntut ketaatan dan penghayatan. Qurban menjadi momen untuk memperbarui ketundukan dan kepasrahan, sebagaimana ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya…” (QS As-Shaffat: 103), menunjukkan bahwa qurban bukan hanya tentang hewan, tetapi kesiapan untuk mengorbankan hal yang paling kita cintai demi taat kepada perintah-Nya.
Dengan melaksanakan qurban, umat Islam memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhannya. Tidak hanya berdampak pada pribadi, tapi juga memberikan manfaat sosial—melalui pembagian daging kepada yang membutuhkan.
Qurban adalah bukti bahwa perintah Allah harus dijalankan dengan cinta, bukan sekadar kewajiban. Ketika hati tunduk kepada seruan rabbani, maka setiap tetesan darah qurban menjadi saksi cinta yang sejati kepada Ilahi.
