Mojokerto – Balai pertemuan Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, berubah dari tempat berkumpul menjadi sumber kecemasan. Atap bangunan yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat itu dilaporkan ambrol, menyisakan genting berserakan dan kayu-kayu lapuk menggantung. Kejadian ini, meski tanpa korban jiwa, telah menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga.
Insiden terjadi pada Jumat (11/4/2025) pagi dan langsung menjadi perhatian warga sekitar. Balai desa tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari rapat, pengajian, hingga acara perayaan. Namun kini, bagian atap yang rusak parah membuat warga ragu untuk menggunakannya lagi.
“Kami sangat berharap ada tindakan cepat dari pemerintah kabupaten atau instansi terkait. Balai pertemuan desa ini adalah fasilitas umum yang digunakan warga untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat hingga acara sosial. Kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan membahayakan warga,” ujar Kepala Desa Gayaman, Joko Wahyudi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Dari pantauan di lokasi, sebagian besar kerusakan terjadi pada struktur atap. Kayu-kayu penyangga terlihat lapuk, diduga karena usia bangunan yang cukup tua dan minimnya perawatan. Genting-genting yang berjatuhan mengotori lantai balai, sementara sisi bangunan lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.
Warga berharap adanya perbaikan secepatnya dari pemerintah daerah. Mereka menilai balai desa sebagai ruang penting dalam menjaga kebersamaan dan komunikasi antarwarga. Ketidaklayakan bangunan bukan hanya mematikan fungsi sosialnya, tetapi juga berisiko mencelakakan jika tetap digunakan.
“Sekarang kami bingung mau rapat RT di mana. Biasanya di balai, tapi sekarang takut. Apalagi musim hujan, atapnya rawan runtuh lagi,” ujar seorang warga bernama Siti, saat ditemui di sekitar balai.
Permintaan perbaikan sudah disampaikan kepada pihak kecamatan, dan pemerintah desa berharap segera mendapat tanggapan nyata dalam bentuk perbaikan bangunan. Mereka menekankan bahwa balai desa bukan sekadar fasilitas fisik, tapi simbol kebersamaan warga.
