Mojokerto – Harapan warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, untuk memiliki akses jalan yang lebih aman dan nyaman akhirnya terealisasi. Proyek pelebaran jalan menuju Bendung Bantengan resmi dimulai sejak [Selasa (26/2/2025)], dan disambut positif oleh masyarakat setempat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian maupun pertanian.
Pelebaran jalan ini mencakup ruas sepanjang 494 meter dengan lebar antara 4 hingga 5,5 meter. Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp2.260.040.000,00 yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto Tahun 2025. Proses pengerjaan dilakukan oleh PT Karya Sejati Utama dan dijadwalkan selesai dalam waktu 180 hari kalender, yaitu hingga 24 Agustus 2025.
Pantauan di lapangan pada Jumat (11/4/2025) menunjukkan aktivitas awal proyek sudah berjalan, dimulai dengan pembukaan lahan, pengukuran, serta pengiriman material konstruksi. Jalan yang sebelumnya hanya mampu dilalui satu kendaraan besar secara bergantian, kini akan mengalami transformasi signifikan guna mendukung keselamatan dan efisiensi mobilitas warga.
“Kami sudah lama menunggu jalan ini diperlebar. Jalur ini sering dipakai warga dan juga untuk akses pertanian. Dulu kalau papasan mobil susah, kadang harus mundur salah satu. Sekarang kalau sudah dilebarkan, pasti lebih aman dan nyaman,” ungkap Pak Mat, warga Dusun Kupang, Jetis, saat ditemui, Kamis (10/4/2025).

Ia juga mengeluhkan kondisi jalan sebelumnya yang licin saat musim hujan dan minim penerangan, sehingga cukup membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari.
Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat infrastruktur pedesaan, khususnya jalan penghubung ke bendungan dan kawasan pertanian. Pemerintah berharap pelebaran jalan ini akan memperlancar distribusi hasil tani, meningkatkan mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pihak kontraktor pelaksana memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis dan mengedepankan aspek keselamatan lingkungan. Pemerintah desa setempat juga turut dilibatkan dalam proses koordinasi guna memastikan proyek berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga.
