Jakarta – Pemerintah menargetkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung rampung pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir di Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek ini akan dipercepat dengan fokus utama pada percepatan pembebasan lahan.
“Kami sudah membahas secara menyeluruh agar program ini bisa segera berjalan tanpa kendala, baik dari sisi teknis maupun administratif. Fokus utama kita adalah percepatan pembebasan lahan sehingga pengerjaan bisa dilakukan bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan,” ujar Dody dalam rapat koordinasi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Gubernur Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Pemerintah memastikan bahwa normalisasi Sungai Ciliwung merupakan bagian dari upaya jangka menengah dalam mengatasi banjir di ibu kota. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari solusi permanen guna mengurangi dampak banjir yang kerap melanda Jakarta.
“Sungai Ciliwung memiliki peran besar dalam sistem drainase Jakarta. Oleh karena itu, normalisasi ini bukan hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung dan mengalirkan air secara optimal,” jelas Dody.
Saat ini, dari total panjang Sungai Ciliwung yang akan dinormalisasi sebesar 33,69 km, baru 17,14 km yang telah selesai dikerjakan. Sisanya, sepanjang 16,55 km, masih memerlukan pengerjaan lebih lanjut. Untuk itu, pemerintah membutuhkan pembebasan lahan seluas 35,94 hektare yang mencakup 5.353 bidang tanah.
Dody juga menekankan bahwa pengendalian banjir Jakarta tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai, tetapi juga melalui pendekatan struktural dan non-struktural. Beberapa proyek yang sudah berjalan meliputi pembangunan dua bendungan kering di Sukamahi dan Ciawi, Kabupaten Bogor, serta Sodetan Ciliwung, berupa terowongan sepanjang 1.268 meter dengan dua jalur pipa berdiameter 3,5 meter.
“Dengan dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN serta Pemprov Jakarta, kami optimistis program ini bisa diselesaikan tepat waktu. Kami akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Dengan berbagai upaya ini, pemerintah berharap normalisasi Sungai Ciliwung dapat mengurangi sekitar 40 persen potensi banjir di Jakarta, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang dari infrastruktur yang lebih baik.
—
Key-phrase:
Meta Deskripsi:
Tags:
