Depok – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ati mengapresiasi penerapan digitalisasi pesantren dan smart class di Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat. Menurutnya, inovasi ini merupakan kemajuan luar biasa dalam dunia pendidikan.
“Luar biasa, saya melihat smart class berbasis digital yang menjadi model pembelajaran modern,” ujar Abdul Mu’ati dalam sambutannya pada peluncuran digitalisasi Pesantren Cendekia Amanah, Sabtu (8/3/2025).
Ia menilai bahwa jika digitalisasi pendidikan seperti ini diterapkan di seluruh sekolah, maka Indonesia Emas bisa terwujud lebih cepat dari target 2045.
“Saya yakin kita tak perlu menunggu hingga 2045 untuk mewujudkan Indonesia Emas,” tambahnya.
Dukungan Bank Indonesia untuk Pendidikan Digital
Transformasi digital di pesantren ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) guna meningkatkan mutu layanan pendidikan berbasis teknologi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri, juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pendidikan untuk mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.
“Digitalisasi sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Oleh karena itu, sarana dan prasarana pendidikan perlu terus diperbaiki agar semakin maju,” kata Supian.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari lebih dari 200 sekolah di Depok, sekitar 50% kondisinya masih mengkhawatirkan.
“Kami butuh dukungan dari Kementerian Pendidikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah di Depok,” ujarnya.
Digitalisasi Pesantren, Sebuah Keniscayaan
Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, KH. M Cholil Nafis, menegaskan bahwa digitalisasi dalam pendidikan adalah suatu keharusan mengingat perkembangan teknologi yang begitu pesat.
“Dunia berubah dengan cepat. Jika kita tidak beradaptasi dengan teknologi, kita akan tertinggal. Oleh karena itu, digitalisasi pesantren adalah langkah penting,” ungkapnya.
Dengan adanya smart class dan digitalisasi pembelajaran, pesantren tidak hanya mempertahankan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi bagian dari inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Keberhasilan digitalisasi di Pesantren Cendekia Amanah diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah dan pesantren lain di Indonesia untuk mengadopsi model pembelajaran berbasis digital yang lebih modern dan interaktif.
