Malang – Di balik debur ombak yang tampak tenang, tersimpan persoalan yang tak kasat mata. Pesisir Malang Selatan menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menyingkap jejak pencemaran laut yang kian kompleks dan mengkhawatirkan.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya melaksanakan praktikum Mata Kuliah Pencemaran Laut di kawasan Pantai Sendang Biru dan Pelabuhan Pondok Dadap pada Kamis ([April 2026]). Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman guna memberikan pemahaman langsung terkait kondisi pencemaran di wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan identifikasi berbagai jenis dan sumber pencemar, dengan fokus utama pada keberadaan sampah laut (marine debris) dan mikroplastik. Selain itu, mereka juga mengamati limbah aktivitas perikanan di sekitar pelabuhan yang berpotensi menjadi kontributor pencemaran lingkungan laut.
“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep pencemaran laut secara teoritis, tetapi juga melihat langsung dinamika yang terjadi di lapangan. Ini penting agar mereka mampu menganalisis permasalahan secara komprehensif dan kontekstual,” ujar dosen pengampu mata kuliah tersebut.
Selama praktikum berlangsung, mahasiswa terlibat aktif dalam pengambilan sampel, diskusi lapangan, hingga analisis awal terhadap temuan. Dari hasil observasi, ditemukan beragam jenis sampah, mulai dari plastik sekali pakai hingga sisa-sisa aktivitas perikanan yang tersebar di sepanjang garis pantai dan area pelabuhan.
“Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa melihat bahwa permasalahan pencemaran laut sangat kompleks dan berkaitan erat dengan aktivitas manusia, baik dari sektor rumah tangga maupun perikanan,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
“Kami jadi lebih memahami bahwa solusi tidak hanya pada pembersihan, tetapi juga pada pencegahan dari sumbernya,” lanjutnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FPIK UB dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Pendekatan pembelajaran lapangan diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis berbasis data empiris dalam merumuskan solusi ilmiah.
Lebih luas, praktikum ini juga sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya perlindungan ekosistem laut, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta upaya mitigasi perubahan lingkungan.
Melalui integrasi teori dan praktik, Universitas Brawijaya terus memperkuat perannya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut, sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan lingkungan masa depan.
