Kediri – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti Balai Kota Kediri, Rabu (5/3/2025) malam. Di ruangan megah Joyoboyo, para tamu undangan berbaur, menyaksikan momen peralihan kepemimpinan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga simbol kesinambungan. Vinanda Prameswati, sosok muda yang kini memimpin Kediri, berdiri tegak dengan senyum penuh keyakinan. Ia baru saja menerima amanah besar sebagai Wali Kota Kediri dari pendahulunya, Zanariah.
Bagi Vinanda, malam itu bukan sekadar acara pisah sambut, melainkan awal dari perjalanan panjang. Ia menyadari tanggung jawab yang kini berada di pundaknya. Sebagai wali kota perempuan termuda di Indonesia, ia datang dengan semangat baru, membawa mimpi besar untuk Kediri yang lebih maju.
“Terima kasih kepada Ibu Zanariah yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Beliau menghadapi berbagai tantangan, tetapi tetap berpegang teguh pada komitmen untuk memajukan Kediri. Saya akan melanjutkan perjuangan ini dengan sepenuh hati,” ucapnya dalam sambutan yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Zanariah, yang selama 15 bulan terakhir memimpin Kota Kediri, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia tersenyum, mengenang perjalanan yang penuh tantangan namun juga membahagiakan.
“Alhamdulillah, saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan Kediri. Kota ini memiliki semangat kekeluargaan yang kuat, dan saya yakin di tangan Mbak Vinanda, Kediri akan semakin maju,” ujarnya dengan mata berbinar.
Vinanda tidak sendiri dalam perjalanan barunya. Ia didampingi Wakil Wali Kota KH. Qowimuddin, yang dikenal sebagai sosok religius dan dekat dengan masyarakat. Bersama, mereka ingin membawa Kediri menuju era baru yang lebih inklusif, mapan, dan sejahtera.
“Kami mohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Kediri. Kami ingin membangun kota ini dengan semangat kolaborasi, menjadikan Kediri tempat yang lebih bahagia bagi semua,” tambah Vinanda penuh optimisme.
Hadir dalam acara ini berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kediri Firdaus, Ketua TP PKK Faiqoh Azizah Mohammad Qowimuddin, serta unsur Forkopimda dan pejabat daerah lainnya. Setiap tamu yang hadir tidak hanya menyaksikan momen bersejarah, tetapi juga membawa harapan bahwa di tangan pemimpin muda ini, Kediri akan melangkah lebih jauh.
Di luar ruangan, lampu-lampu kota menyala terang, seperti simbol harapan yang kini bersinar di Kediri. Malam itu menjadi awal baru, bukan hanya bagi Vinanda, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang percaya bahwa perubahan selalu mungkin terjadi di tangan pemimpin yang penuh semangat dan dedikasi.
