Mojokerto – Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto terpilih, Ika Puspitasari dan Rachman Sidharta Arisandi, serta Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto terpilih, Muhammad Al Barra dan Muhammad Rizal Oktavian, resmi dilantik sebagai kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Nasional 2024. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025), menandai dimulainya masa jabatan mereka untuk periode 2025-2030.
Pelantikan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Mojokerto, yang menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini. Berbagai tanggapan pun bermunculan, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto. Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto, Ambang Muchammad Irawan, yang akrab disapa Ambang, memberikan pandangannya terkait pelantikan tersebut.
Dalam wawancaranya (20/2/2025), Ambang menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan agar setiap program kerja kepala daerah dapat segera direalisasikan sejak hari pertama pasca pelantikan. Ia menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Mojokerto, termasuk melalui penyediaan peluang beasiswa daerah bagi mahasiswa dan pelajar Mojokerto sebagai salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
“Pembangunan di daerah, termasuk pembangunan sumber daya alam dan manusia, harus terus diperhatikan. Kepala daerah juga perlu mengetahui cara menghadapi warga daerahnya sendiri, tanpa harus melihat kondisi wilayah lain yang berbeda,” ungkap Ambang.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan harus menjadi prioritas utama dalam kepemimpinan baru ini. Selain beasiswa daerah, ia juga menekankan pentingnya pelatihan keterampilan bagi pemuda, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta pengembangan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis teknologi.
Harapan dari Mahasiswa untuk Mojokerto
Mahasiswa, lanjut Ambang, akan terus memberikan dukungan sekaligus melakukan kontrol terhadap kebijakan kepala daerah yang baru. Mereka berharap agar program kerja yang telah dijanjikan selama kampanye benar-benar dijalankan dengan baik, khususnya dalam memprioritaskan kepentingan masyarakat dan dunia pendidikan di Mojokerto.
Selain sektor pendidikan, mahasiswa juga akan mengawasi jalannya program-program lain yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Ambang menegaskan bahwa HMI Cabang Mojokerto siap berdialog dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan rakyat.
“Sebagai mahasiswa, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik. Kami akan terus menyuarakan kepentingan rakyat, terutama dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan sosial,” tambahnya.
Dengan dilantiknya pemimpin baru, masyarakat Mojokerto kini menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah dalam merealisasikan visi dan misi mereka. Beberapa tantangan yang harus segera diatasi antara lain peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan tenaga kerja yang berdaya saing, pembangunan infrastruktur yang merata, serta penguatan ekonomi lokal berbasis SDM unggul.
Para kepala daerah yang baru terlantik besar harapan dapat bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam membangun Mojokerto yang lebih maju dan sejahtera. Sementara itu, peran aktif mahasiswa dalam mengawasi dan memberikan masukan kepada pemerintah menjadi hal yang sangat penting guna memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada masyarakat.
Dengan berbagai harapan dan tantangan yang ada, kepemimpinan Ika Puspita Sari, Rachman Sidharta Arisandi, Muhammad Al Barra, dan Muhammad Rizal Oktavian akan menjadi sorotan dalam beberapa bulan ke depan. Masyarakat Mojokerto menunggu bukti nyata dari kepemimpinan mereka dalam membawa perubahan positif bagi daerah ini, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
