Kediri – Komunitas Gema Nurani, yang beranggotakan para penyandang disabilitas di Kota Kediri, resmi mengangkat Vinanda Prameswati sebagai “kakak asuh” mereka. Sosok Vinanda yang dikenal ramah dan berjiwa sosial tinggi ini merupakan Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN) sekaligus calon Wali Kota Kediri nomor urut 1. Keputusan menjadikannya kakak asuh diumumkan saat Vinanda mengunjungi komunitas tersebut pada Selasa, 12 November 2024.
Ketua Gema Nurani, Gatut Sungkowono, menjelaskan bahwa gelar kakak asuh diberikan kepada Vinanda sebagai wujud terima kasih atas perhatian dan dukungan yang telah diberikannya kepada komunitas disabilitas. “Dulu biasanya kita menyebutnya bapak asuh atau ibu asuh. Karena Mbak Vinanda ini masih muda, kami sebutnya kakak asuh,” kata Gatut. “Dengan adanya kakak asuh seperti beliau, kita harapkan bisa membawa kebahagiaan kecil dan membuat hati kita tersenyum,” tambahnya.
Menurut Gatut, hubungan baik komunitasnya dengan Vinanda sudah terjalin cukup lama melalui berbagai kegiatan yang diinisiasi RSTN. Sosok Vinanda dinilai memberikan harapan baru bagi perjuangan hidup penyandang disabilitas di Kediri. Bahkan, komunitas tersebut berharap Vinanda berhasil memenangkan Pilkada Kediri untuk mewujudkan visi Kota Kediri yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
“Mudah-mudahan perhatian njenengan ini bisa menjadi berkah bagi teman-teman disabilitas di sini. Kami selalu mendukung dan mendoakan agar Mbak Vinanda sukses membawa perubahan positif bagi Kota Kediri,” ucap Gatut dengan penuh harapan.
Sementara itu, Vinanda menyatakan rasa bangganya menjadi bagian dari keluarga besar Gema Nurani. Calon wali kota berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam meraih prestasi dan berkontribusi di berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun budaya. “Disabilitas juga punya hak yang sama untuk berprestasi, berkontribusi di lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya. Semoga acara hari ini bisa membuka mata, pikiran, dan hati banyak orang bahwa kita semua sama,” kata Vinanda dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa dirinya bersama Gus Qowim, yang merupakan pasangan calon wakilnya, berkomitmen menciptakan Kota Kediri yang ramah disabilitas dan bebas diskriminasi. Komitmen tersebut merupakan bagian dari program Sapta Cita mereka, yang di dalamnya terdapat inisiatif bernama Smart Living. Program ini bertujuan menjadikan Kota Kediri lebih inklusif, dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan memadai bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Kami berkomitmen, bersama Gus Qowim, untuk ke depan menjadikan Kota Kediri ini sebagai kota yang ramah disabilitas. Kami ingin semua warga, tanpa terkecuali, bisa merasa nyaman dan terpenuhi haknya. Tidak boleh ada diskriminasi,” ungkap Vinanda, yang juga merupakan kader Partai Golkar.
Vinanda juga mengajak komunitas Gema Nurani dan masyarakat luas untuk bersinergi dalam mewujudkan Kota Kediri yang lebih makmur dan inklusif. Ia percaya bahwa perubahan positif akan lebih cepat tercapai jika dilakukan bersama-sama, dengan melibatkan semua pihak. “Semoga kita bisa terus berkolaborasi, bersama-sama mewujudkan Kota Kediri menjadi kota yang lebih sejahtera, tanpa diskriminasi, dan masyarakatnya hidup makmur,” tambahnya dengan tegas.
Komitmen dan perhatian Vinanda terhadap kaum disabilitas ini disambut positif oleh anggota Gema Nurani. Mereka merasa Vinanda adalah sosok pemimpin yang peduli dan memahami kebutuhan para penyandang disabilitas. Kehadiran Vinanda sebagai kakak asuh dianggap dapat menginspirasi dan memberikan semangat baru dalam menghadapi tantangan hidup mereka.
Salah satu anggota komunitas, Siti Aminah, menyatakan bahwa sosok Vinanda telah membawa angin segar bagi para penyandang disabilitas di Kediri. “Mbak Vinanda selalu mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan kami. Beliau sering hadir dan mendukung kami, bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga aksi nyata. Semoga beliau sukses dan bisa terus membantu kami,” ujar Siti dengan harapan besar.
Dengan dukungan penuh dari komunitas disabilitas dan masyarakat Kediri, Vinanda bersama timnya optimis dapat mewujudkan Kota Kediri yang lebih inklusif, berdaya, dan sejahtera. Kunjungan serta dukungannya kepada Gema Nurani juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menghargai hak-hak penyandang disabilitas dan menjadikan Kediri kota yang nyaman bagi semua.
Sebagai kakak asuh, Vinanda berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada komunitas Gema Nurani. Ia berharap kehadirannya bisa membawa manfaat serta menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama. Di tengah suasana haru dan penuh keakraban, Vinanda menyampaikan tekadnya untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas dalam setiap langkah politik dan kebijakan yang diambilnya.
Dengan langkah-langkah konkret yang terus dilakukannya, Vinanda Prameswati bersama komunitas Gema Nurani percaya bahwa perubahan besar bisa terwujud di Kediri.
