Bontang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggelar rapat paripurna di Ruang Rapat II lantai II Gedung DPRD Kota Bontang, Kamis (17/10/2024). Rapat paripurna ini menjadi momentum penting dalam penetapan alat kelengkapan dewan. Salah satu momen menarik dari pertemuan tersebut adalah pengangkatan Heri Keswanto sebagai Ketua Fraksi A DPRD Kota Bontang.
Usai resmi menjabat sebagai Ketua Fraksi, Heri Keswanto, politisi dari Partai Gerindra, menyatakan bahwa langkah pertama yang akan diambil adalah merumuskan rencana internal dengan tujuh anggota lainnya dalam komisi. Heri menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang kuat di antara anggota komisi untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam menangani masalah pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Kami akan mempelajari berbagai permasalahan yang ada, terutama terkait pendidikan dan bantuan pendidikan,” ujar politisi Gerindra ini.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa komisi akan fokus juga pada isu ketenagakerjaan yang dianggap sebagai persoalan krusial di Kota Bontang.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang tahun 2023, tingkat pengangguran di kota ini mencapai 7,74 persen, menjadikannya yang tertinggi di Kalimantan Timur. Jumlah pengangguran sebanyak 7.348 dari 94.923 angkatan kerja merupakan angka yang memprihatinkan, terutama ketika jumlah pencari kerja (pencaker) tidak sebanding dengan lowongan yang tersedia.
“Kami perlu duduk bersama dan berdiskusi dengan anggota Komisi A lainnya untuk memahami situasi lebih dalam. Ada 10 mitra kerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dengan Komisi A, dan sebelum membuat keputusan, kami harus benar-benar melihat apa saja permasalahan yang muncul,” ujar Heri menambahkan.
Langkah-langkah yang akan diambil oleh Komisi A tidak hanya terbatas pada peningkatan pendidikan dan ketenagakerjaan, tetapi juga berhubungan dengan kebijakan strategis yang melibatkan kolaborasi dengan OPD terkait. Namun, Heri menegaskan bahwa keputusan apapun baru akan diambil setelah kajian mendalam mengenai masalah yang dihadapi masyarakat Bontang.
Sebagai kota industri yang terus berkembang, Bontang menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Tantangan ini menjadi sorotan utama bagi Komisi A, yang kini di bawah kepemimpinan Heri Keswanto, berharap dapat memberikan solusi yang berdampak nyata bagi warga Bontang.
