Sidoarjo – Keramaian Jalan Raya Aloha, Kecamatan Gedangan, kini terasa lebih lancar. Sejak diuji coba pada Desember 2023 lalu, Flyover Djuanda telah membuktikan keefektifannya dalam mengurai kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut. Dan hari ini, Jumat (6/9), Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meresmikan flyover yang menjadi harapan baru bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya.
Dengan panjang 858 meter dan biaya pembangunan mencapai Rp 363 miliar, flyover ini adalah salah satu dari banyak proyek infrastruktur yang dibangun di Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Jokowi menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur yang lebih baik di seluruh Indonesia, termasuk proyek Flyover Djuanda ini.
Infrastruktur yang Membuka Peluang Ekonomi
“Pembangunan infrastruktur seperti Flyover Djuanda ini tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi. Dengan begitu, perekonomian daerah akan tumbuh dan berkembang lebih cepat,” ujar Jokowi saat peresmian.
Flyover Djuanda merupakan bagian dari rangkaian proyek besar di Jawa Timur, yang meliputi pembangunan 9 jembatan Callender Hamilton dan 11 ruas jalan sepanjang 66 kilometer. Keseluruhan proyek ini bertujuan untuk memperbaiki konektivitas di kawasan industri strategis, yang pada akhirnya mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi regional.
Harapan Baru Masyarakat Sidoarjo
Bagi warga Sidoarjo, Flyover Djuanda memberikan harapan baru akan mobilitas yang lebih lancar. Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi SH.M.Kn, yang mendampingi Presiden Jokowi, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah kolaborasi yang sukses antara pemerintah pusat dan daerah. Pemkab Sidoarjo juga berencana melanjutkan proyek serupa, dengan Flyover Gedangan yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2025.
“Kami sudah siapkan perencanaan pembangunan Flyover Gedangan di tahun 2025. Gambar desain sudah selesai, dan Penlok-nya juga sudah siap,” ujar H. Subandi dengan penuh optimisme.
Pesan Presiden: Percepat Investasi dan Pelayanan Publik
Selain fokus pada infrastruktur, Presiden Jokowi juga menitipkan pesan penting kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sebagai daerah industri, Sidoarjo diharapkan terus mempercepat pelayanan perizinan dan memastikan sistem yang transparan, guna menarik lebih banyak investor.
“Presiden berpesan agar memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berinvestasi dengan mempercepat pelayanan perizinan dan memastikan transparansi,” lanjut Subandi.
Aspirasi Masyarakat: Keinginan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
Di balik kemajuan yang diraih, masyarakat Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan masih memiliki harapan lain. Mereka menginginkan adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk melintasi rel kereta api yang sering menjadi titik kemacetan dan risiko keselamatan. Permintaan ini telah disampaikan kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan diharapkan segera direalisasikan.
“Kami akan rapatkan teknisnya dengan Forkopimda dan warga, agar aspirasi masyarakat dapat terakomodir dengan baik,” pungkas H. Subandi.
Sidoarjo Bergerak Maju
Peresmian Flyover Djuanda tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga pertanda bahwa Sidoarjo siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, optimisme tumbuh bahwa kota ini akan terus berkembang sebagai pusat industri yang dinamis, membuka peluang baru bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.
