Sangatta – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan di tingkat primer, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, meresmikan acara “Kickoff Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer” yang berlangsung di Hotel Victoria Sangatta. Acara ini menjadi tonggak penting bagi pelaksanaan program integrasi pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. “Pelayanan kesehatan primer adalah fondasi dari sistem kesehatan kita, karena itu kita harus fokus pada upaya menjaga kesehatan masyarakat, bukan sekadar mengobati. Dengan kesehatan yang terjaga, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan berkualitas,” ungkap Ardiansyah.
Transformasi pelayanan kesehatan primer ini merupakan implementasi dari enam pilar transformasi sistem kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, dengan fokus utama pada transformasi pelayanan kesehatan primer. Pilar ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas melalui edukasi, pencegahan primer dan sekunder, serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan primer.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani, juga memberikan pemaparan mengenai strategi dan implementasi program ini. “Integrasi pelayanan kesehatan primer bertujuan menata dan mengoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan dengan fokus pada siklus hidup individu, keluarga, dan masyarakat. Hal ini akan diwujudkan melalui cara kerja Puskesmas yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada siklus hidup dengan standarisasi paket pelayanan,” jelas dr. Bahrani.
Ia juga menambahkan bahwa revitalisasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu di tingkat desa/kelurahan akan dilakukan untuk memastikan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat. “Dengan penguatan struktur di tingkat desa, masyarakat akan semakin mudah mengakses layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit,” ujarnya.
Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer ini telah diuji coba di beberapa lokus sejak tahun 2022, dengan hasil positif berupa peningkatan cakupan pelayanan Puskesmas. Hingga saat ini, 2.247 Puskesmas di seluruh Indonesia telah menerapkan program ini, dengan target mencapai 4.000 Puskesmas pada akhir tahun 2024. Kabupaten Kutai Timur juga mendapatkan dukungan signifikan dalam bentuk bantuan alat kesehatan melalui program SOPHI dan DAK Fisik untuk memperkuat pelaksanaan ILP di 21 Puskesmas yang ada di wilayah tersebut.
Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Ia berharap agar Kickoff ini dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk memperluas penerapan ILP di seluruh Puskesmas di Kutai Timur. “Saya berharap program ini dapat didukung oleh seluruh lintas sektor, sehingga pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas dapat terwujud di seluruh tingkatan, dari desa hingga kota,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, tenaga medis, dan perwakilan dari berbagai instansi terkait, yang bersama-sama berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kutai Timur melalui pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi dan berkualitas.
