Sangatta — Dusun Batang Bengkal, yang lebih dikenal sebagai Dusun Sidrap, kini bersiap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Terletak di perbatasan antara Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang, dusun ini tengah diproyeksikan menjadi desa mandiri, sebuah perubahan besar yang diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi warganya.
Pagi itu, suasana di Kecamatan Teluk Pandan dipenuhi oleh semangat dan antusiasme. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, hadir dalam kunjungan kerja yang dinantikan warga. Dengan penuh keyakinan, ia menyampaikan optimisme bahwa Sidrap akan segera diusulkan sebagai desa persiapan, yang menjadi langkah awal menuju kemandirian. “Kita berharap dengan dukungan seluruh pihak dan komitmen bersama, Sidrap dapat segera menjadi desa yang mandiri,” ujar Bupati Ardiansyah di hadapan ratusan warga yang berkumpul.
Namun, Ardiansyah menekankan pentingnya mengikuti aturan yang berlaku dalam proses ini. Ia mengingatkan bahwa seluruh tahapan pembentukan desa harus sesuai dengan undang-undang yang mengatur, termasuk peraturan pemerintah dan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri). Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau warga untuk tetap menjaga batas wilayah dengan Kota Bontang, sesuai kesepakatan yang telah dicapai. “Persoalan tapal batas sudah terselesaikan sesuai aturan dan instruksi Pemerintah Pusat,” tegasnya, memberikan jaminan kepada warga yang masih meragukan.
Komitmen Pemkab Kutai Timur untuk meningkatkan kualitas hidup warga Sidrap juga diwujudkan dalam bentuk perbaikan infrastruktur. Salah satu fokus utama adalah mengganti jembatan kayu yang sudah rusak dengan jembatan baley yang lebih kokoh, untuk memperlancar akses dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan Sidrap sebagai desa mandiri yang sejahtera.
Kunjungan Bupati Ardiansyah juga menandai peluncuran program “Sidrap Berdikari,” sebuah inisiatif pertanian terintegrasi berbasis komunitas yang melibatkan kelompok tani “Cinta Damai”. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian Sidrap. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk manajemen PT Kaltim Nitrate Indonesia dan unsur pemerintah kecamatan, Sidrap siap menatap masa depan yang lebih baik.
Hadirnya sejumlah pejabat penting dalam acara ini menunjukkan betapa seriusnya dukungan terhadap perubahan yang akan terjadi di Sidrap. Ratusan warga setempat yang turut hadir juga menunjukkan semangat kebersamaan dan optimisme yang tinggi untuk masa depan yang lebih baik. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan besar yang akan mengubah nasib dusun mereka.
Dusun Sidrap, yang sebelumnya mungkin hanya dikenal sebagai sebuah titik kecil di peta, kini sedang bertransformasi menjadi simbol perjuangan menuju kemandirian dan kemakmuran. Langkah pertama telah diambil, dan meski perjalanan masih panjang, Sidrap telah menanamkan harapan besar bagi seluruh warganya. Dengan berbagai upaya yang terus digalakkan, masa depan Sidrap sebagai desa mandiri kini kian dekat dengan kenyataan.
