Madiun – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Madiun, Jawa Timur, kembali menjadwalkan layanan perekaman data KTP elektronik (KTP-e) bagi para pemilih pemula dari kalangan pelajar di sekolah untuk keperluan Pilkada 2024.
“Sebagian memang sudah mulai melakukan perekaman KTP-e bersamaan dengan libur sekolah saat ini. Tetapi data di kami masih ada ribuan yang belum melakukan perekaman,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Kota Madiun, Pujo Suprantio, di Madiun, Jumat (12/7/2024).
Layanan Jemput Bola ke Sekolah
Untuk menanggulangi masalah ini, Dukcapil akan membuka kembali layanan “jemput bola” ke sekolah-sekolah setelah tahun ajaran baru dimulai. Langkah awal yang akan diambil adalah melakukan pendataan terlebih dahulu dengan meminta salinan Kartu Keluarga (KK) siswa ke pihak sekolah. Data tersebut kemudian akan dipilah untuk mempercepat proses perekaman nantinya.
“Setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selesai, kami akan mengumpulkan pihak sekolah untuk pendataan. Setelah itu kami lakukan seleksi mana sekolah yang harus dilakukan perekaman dan yang sudah,” jelas Pujo.
Data Pemilih Pemula
Berdasarkan data dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), ada sekitar 8.673 warga usia 17 tahun dan potensi 17 tahun di Kota Madiun yang belum melakukan perekaman. Namun, setelah penelusuran melalui kelurahan hingga RT dan RW, banyak di antara data tersebut yang tercatat sudah meninggal, pindah domisili, data ganda, dan lain sebagainya.
Selain itu, ada juga pelajar yang inisiatif datang ke Dukcapil saat libur sekolah untuk melakukan perekaman KTP-e. Dari dinamika tersebut, diperoleh data terbaru sekitar tiga ribuan pemilih pemula warga Kota Madiun berusia di atas 17 tahun yang belum melakukan perekaman.
Pentingnya Identitas Kependudukan
Pujo berharap masyarakat, khususnya pelajar yang merupakan pemilih pemula, segera melakukan perekaman KTP-e. Keberadaan identitas kependudukan sangat penting, bukan hanya untuk urusan pilkada tetapi juga untuk berbagai urusan lainnya seperti kuliah, pekerjaan, pembuatan SIM, perbankan, dan lain sebagainya.
“Hampir semua urusan membutuhkan KTP. Jadi bukan hanya karena mau ada pilkada saja,” tegas Pujo.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan semua pemilih pemula di Kota Madiun dapat memiliki KTP-e sebelum Pilkada 2024, memastikan mereka dapat berpartisipasi dalam pemilihan serta mempermudah berbagai urusan administratif lainnya.
