Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pemilihan Kanda dan Dinda Duta Budaya Kabupaten Timur 2024 di Hotel Victoria Sangatta pada 21-22 Juni 2024.
Acara tahunan ini bertujuan untuk mempromosikan dan memajukan kebudayaan Kutim, yang dikenal dengan sebutan “Magic Land Kutim”.
Pada tahun ini, Aflinizar Julianur Fajar terpilih sebagai Kanda Duta Budaya Kutim, sementara gelar Dinda Budaya Kutim diraih oleh Nurul Khairiya. Mereka akan mewakili Kutim dalam berbagai kegiatan kebudayaan, membawa misi untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah mereka kepada masyarakat luas.
Komitmen untuk Melestarikan Budaya
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Kutim.
“Acara ini rutin digelar setiap tahun sejak 2022. Ini sudah tahun ketiga kami melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Padliyansyah.
Menurutnya, acara ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal mereka.
Seleksi Ketat dan Persiapan Menuju Tingkat Provinsi
Pada tahun 2024 ini, sebanyak 9 orang peserta lolos ke babak final, dan dari situ dipilih 6 besar, yang terdiri dari 3 Kanda dan 3 Dinda. Para finalis ini nantinya akan mengikuti karantina di Samarinda pada 1-3 Juli 2024 untuk mempersiapkan diri menuju pemilihan Kanda dan Dinda tingkat provinsi di Tenggarong, Kutai Kartanegara, pada Pekan Kebudayaan Daerah Kaltim yang akan berlangsung pada 3-7 Juli 2024.
Selama masa karantina, para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan dan bimbingan, termasuk tari kreasi dan musik tradisional, untuk memastikan mereka siap tampil maksimal di ajang provinsi.
“Kami ingin mereka tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memahami dan mencintai budaya yang mereka wakili,” tambah Padliyansyah.
Semangat dan Dedikasi
Aflinizar Julianur Fajar, yang terpilih sebagai Kanda Duta Budaya, menyatakan rasa bangganya bisa mewakili Kutim.
“Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk mempromosikan budaya kita. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama baik Kutim di tingkat provinsi,” katanya dengan penuh semangat.
Nurul Khairiya, yang terpilih sebagai Dinda Duta Budaya, juga mengungkapkan hal serupa. “Saya sangat antusias dan siap menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Nurul.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian dan promosi budaya lokal. Dengan semakin dikenalnya kebudayaan Kutim, diharapkan juga dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi daerah yang kaya akan warisan budaya ini.
Pemilihan Kanda dan Dinda Duta Budaya Kutai Timur bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebuah upaya nyata dalam memajukan kebudayaan daerah. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, diharapkan Kutim akan semakin dikenal sebagai “Magic Land” yang kaya akan budaya dan tradisi.
