Mojokerto – Hujan lebat yang mengguyur Mojokerto pada Selasa malam hingga Rabu dini hari mengakibatkan meluapnya Sungai Sadar dan memicu banjir di beberapa titik di kota tersebut. Tak tinggal diam, Pj Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro langsung turun ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi dan memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat.
Sigap Tangani Banjir
Sejak Rabu pagi, Mas Pj Ali telah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak banjir, seperti Jalan Benteng Pancasila, Kelurahan Mentikan, dan Kelurahan Meri. Ia melihat langsung kondisi rumah warga yang terendam dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
“Pagi ini kita bagikan nasi bungkus ke rumah-rumah warga terdampak dan kita juga sedang proses untuk mendirikan dapur umum,” kata Mas Pj.
Upaya Penanggulangan Banjir
Lebih lanjut, Mas Pj menjelaskan bahwa Pemkot Mojokerto tengah berupaya keras untuk mengatasi banjir dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Hal ini termasuk memastikan rumah pompa berfungsi maksimal, mendata tanggul-tanggul bermasalah, dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh OPD, Camat, dan Lurah.
“Kami juga telah mendata seluruh tanggul-tanggul penahan air yang bermasalah, serta mewajibkan seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah untuk siap siaga 24 jam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Koordinasi dengan Pemprov Jatim
Menyadari potensi banjir yang masih berlanjut, Mas Pj Ali juga menyatakan bahwa Pemkot Mojokerto akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mendapatkan bantuan dan solusi jangka panjang.
“Kami juga akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, untuk mengantisipasi jika banjir tidak kunjung surut,” pungkasnya.
Kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem
Berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi di Jawa Timur hingga 8 Maret 2024. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru.
Kerja Sama dan Kesigapan Kunci Penanggulangan Banjir
Banjir Mojokerto menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Diperlukan kerja sama dan kesigapan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun stakeholder terkait untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya bencana di masa depan.
