Samarinda – Diskominfo Kaltim melibatkan masyarakat dalam mendeklarasikan perang terhadap berita bohong atau hoaks dalam Expo Kesbangpol Milenial Go to Pemilu di Kota Tepian.
Sesi Deklarasi Anti-Hoaks menjadi bagian menonjol dari serangkaian kegiatan expo yang menarik perhatian, mendapatkan testimoni positif dari warga sekitar.
“Kalau menurut saya ini bagus ya karena sekarang lagi hangat-hangatnya dan berita bohong itu memang sangat berbahaya ya, jadi ya bagus.” ungkap Robi, salah satu peserta Expo
Danun, peserta lainnya, menyoroti konsekuensi keresahan yang dapat timbul akibat meluasnya penyebaran berita hoaks.
“Menurut saya, banyaknya berita hoaks dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” imbuhnya.
Lisa, seorang penduduk Sungai Dama yang turut hadir dalam expo, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peningkatan jumlah berita bohong yang semakin merata.
“Sekarang ini kan banyak banget berita hoaks ya, rusuh banget. Ya harusnya emang bagus untuk dideklarasikan seperti ini, “ sambungnya.
Jeni, warga sekitar, menyampaikan pandangannya dengan menekankan bahwa tanggung jawab masyarakat dalam menghadapi informasi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring kembali informasi.
“Menurut saya, bahwa masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih berita. Kita harus jadi pembaca yang cerdas, berita harus dilihat dan dicek. Tipsnya, kalau saya, kalau ada berita di internet atau medsos, saya akan cek ke situs terkenal atau Google. Kalau ga ada di situs terkenal, udah bisa dipastikan itu hoaks, “ pungkasnya.
Deklarasi Anti-Hoaks merupakan upaya nyata Diskominfo Kaltim untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kelangsungan informasi yang akurat dan berkualitas di era milenial menuju pemilu.
