Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim untuk melaksanakan vaksinasi secara berkala demi menjaga masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis.
“Kami mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya,” ucap Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Minggu (8/10/2023).
Ia menerangkan, zoonosis disebabkan oleh mikroorganisme parasit yang dapat berupa bakteri, virus, jamur, serta parasit seperti protozoa dan cacing.
Lanjutnya penularan zoonosis dapat menular melalui tiga cara yaitu langsung, tidak langsung dan konsumsi.
“Beberapa penyakit zoonosis itu, di antaranya rabies, antraks, dan leptospirosis,” jelasnya.
Dikemukakannya, dalam upaya terbebas dari penyakit zoonosis di Provinsi Kaltim, Dinkes menggencarkan vasinasi terhadap anjing liar dan hewan peliharaan lainnya, guna menjadikan wilayah tersebut bebas dari penyakit rabies.
“Kami pastikan anjing liar divaksin karena mereka berpotensi menularkan rabies kepada manusia,” katanya.
Hewan peliharaan lain yang wajib divaksin rabies, katanya, termasuk kucing, baik yang ada pemiliknya maupun tidak. Sebab kucing kalau terkena rabies juga bisa menyebabkan gejala yang sama dengan anjing. Selain itu hewan lain yang juga perlu mendapatkan vaksinasi adalah kera.
Menurutnya kera juga bisa menjadi sumber penularan rabies, terutama di daerah yang dekat dengan hutan. Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap kera yang ada di beberapa lokasi.
Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk segera membersihkan luka gigitan hewan dengan air mengalir dan sabun.
“Jangan sampai virus rabies masuk ke dalam tubuh. Segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan suntikan anti rabies,” imbuhnya.
Ia meminta masyarakat yang memiliki hewan peliharaan sebagai binatang kesayangan dan merawatnya dengan baik. Vaksin untuk hewan peliharaan disediakan secara gratis seperti yang dilakukan untuk sapi dan kerbau.
“Di Kaltim, ada penyakit zoonosis lain yang berasal dari sapi dan kerbau, yaitu anthrax. Kita sudah melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan untuk penyakit terkait zoonosis,” pungkasnya
