Jakarta – Masyarakat dan sukarelawan di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang telah memulai upaya bergotong royong membersihkan sisa-sisa material banjir lahar dingin yang penyebabnya ialah Gunung Semeru, yang telah melanda daerah mereka sejak Jumat (7/7/2023).
Material banjir tersebut berupa lumpur, batu, dan ranting yang tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga masuk ke dalam rumah-rumah penduduk, sekolah, dan tempat ibadah.
Perangkat daerah temasuk TNI-Polri, dan relawan dari organisasi masyarakat melakukan kegiatan pembersihan sisa material banjir ini.
“Sejak awal kejadian, kami telah melakukan upaya bersama dalam menangani situasi ini. Kami menggerakan tim untuk melakukan pembersihan di area yang membutuhkan. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan rekan-rekan dari TNI, Polri, dan relawan.” Demikian penyampaian Hertutik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, dalam keterangan tertulisnya pada hari Selasa (11/7/2023).
Hertutik menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang telah menggunakan semua armada yang ada. Armada itu untuk mengangkut material yang dibawa oleh banjir bandang tersebut.
Demikian upaya ini akan dilakukan setiap hari hingga 15 Juli 2023 mendatang. Salah satu lokasi yang sedang dibersihkan dari material dan lumpur sisa banjir lahar dingin. Tempat-tempat tersebut adalah Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Kemudian, Gunawan Eko Prihantino, Kabid Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Lumajang. Ia menyatakan bahwa warga sedang melakukan proses penggelontoran sedimen menggunakan tanki DLH di SD Nguter, Kaliputih.
Selanjutnya, terungkap bahwa di Desa Nguter, masih terdapat tumpukan material sisa banjir berupa tanah lumpur di beberapa lokasi. Kegiatan pembersihan ini melibatkan hampir seratus orang.
Sementara itu, Ipda Novandi, Kasi Humas Polres Lumajang, menjelaskan mengenai upaya bersama personel gabungan dalam membersihkan lumpur. Hal itu dapat memberikan bantuan bagi para korban yang terdampak banjir.
Maka dari itu, Ia berharap bahwa melalui kerja sama gotong royong ini, dapat memberikan bantuan dan meringankan beban para warga yang menjadi korban banjir.
