Kendari – Sejumlah mahasiswa dan pemuda dari Kabupaten Konawe yang tergabung dalam Perserikatan Aktivis Sulawesi Tenggara melakukan aksi unjuk rasa, Senin (10/7/2023).
Mereka menggelar aksi di depan gedung Kantor Badan Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.
Aksi unjuk rasa yang diberi nama Aksi Jilid I ini dilakukan sebagai respon dugaan terhadap praktik penipuan (fraud) yang terjadi dalam proses pelaksanaan proyek rehabilitasi DI Wawotobi paket I.
Jendral Lapangan Aksi, Hebriyanto Moita, dalam wawancara dengan media mengungkapkan kegeramannya terhadap PT.SACNA sebagai kontraktor dan PT.Virama Karya sebagai konsultan supervisi. Menurutnya, dalam proses pekerjaan rehabilitasi D.I Wawotobi, terdapat dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor, dan ironisnya, pihak konsultan terlibat atau terkesan membiarkan kecurangan yang seharusnya mereka awasi dengan cermat.
“Pak Jend, hasil pemantauan kami di lapangan sangat jelas menunjukkan bahwa PT.SACNA diduga melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana kerja anggaran (RAB). Bahkan kami menduga adanya pemangkasan anggaran dan pengurangan volume pada bangunan,” jelas Hebri.
Di tempat yang sama, di depan Kantor BWS Sulawesi IV Kendari, Aldi Hidayat dalam orasinya menyatakan bahwa pihak BWS Sulawesi IV Kendari harus bertanggung jawab atas tuduhan dugaan yang dilakukan oleh PT.SACNA.
Menurutnya, paket pekerjaan ini terkait erat dengan BWS Sulawesi IV Kendari dan ditugaskan ke Satuan Kerja Non Vertikal Pelaksanaan Jaringan Prasarana Air (SNVT PJPA) Provinsi Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, mereka sangat menganggap serius adanya konspirasi yang terstruktur, sistematis, dan masif yang melibatkan pihak-pihak terkait.
“Dugaan pelanggaran PT.SACNA, kami akan terus mengawasi masalah ini hingga selesai,” tegasnya.
“Proyek rehabilitasi DI Wawotobi ini memiliki manfaat khusus untuk petani. Mereka membantu program negara dalam mengatasi ketahanan pangan dan mengembangkan perekonomian. Terakhir, kami ingin menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa kami akan terus berlanjut. Kami akan segera melanjutkan Aksi Jilid II,” tegas Aldi.
