Jakarta – Enam pemain diaspora yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17 pada (10/07/2023) adalah sebagai berikut:
1. Welberlieskott de Halim Jardim (Brasil) – Bermain sebagai bek sayap kanan, Welber lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 25 April 2007. Ayahnya adalah mantan pemain asing di Liga Indonesia, sedangkan ibunya berasal dari Banjarmasin.
2. Madrid Augusta (Belanda) – Bermain untuk AFC’34 Alkmaar. Madrid belajar sepak bola di Belanda.
3. Mahesa Ekayanto (Belanda) – Belajar sepak bola di FC Dordrecht, Belanda.
4. Staffan Qabiel Horrito (Spanyol) – Bermain untuk Sant Cugat FC Academy, Spanyol.
5. Aaron Liam Suitela (Australia) – Bermain untuk FC Bulleen Lions di Australia.
6. Aaron Nathan Ang (Jerman) – Bermain untuk Youth FC Nottingen di Jerman.
Ketiga pemain dari Belanda, satu pemain dari Spanyol, Brasil, Australia, dan Jerman tersebut menjadi bagian dari pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 untuk persiapan Piala Dunia U-17 2023.
Perkuat Tim dengan Potensi dan Kualitas
Timnas Indonesia U-17 menghadirkan enam pemain diaspora yang memiliki potensi dan kualitas untuk memperkuat tim dalam persiapan Piala Dunia U-17 2023.
Sementara itu Indonesia sangat berharap kepada mereka untuk dapat memberikan kontribusi positif. Selanjutnya, menambah kekuatan skuad Indonesia dalam kompetisi tersebut.Welberlieskott de Halim Jardim, dengan kemampuannya sebagai bek sayap kanan, merupakan pemain diaspora yang populer belakangan ini.
Meskipun lahir di Banjarmasin, Welber telah bermain untuk tim Brasil, Sao Paulo U-16. Ayahnya, Elisangelo de Jesus Jardim, adalah mantan pemain asing di Liga Indonesia.
Madrid Augusta dan Mahesa Ekayanto merupakan dua pemain yang menimba ilmu sepak bola di Belanda. Madrid bermain untuk AFC’34 Alkmaar, sedangkan Mahesa belajar sepak bola di FC Dordrecht.
Keduanya diharapkan dapat membawa pengalaman dan kualitas dari perkembangan sepak bola di Belanda ke dalam timnas Indonesia U-17.Staffan Qabiel Horrito mewakili pemain diaspora dari Spanyol, dimana dia bermain untuk Sant Cugat FC Academy.
Sementara itu, Aaron Liam Suitela berasal dari Australia dan bermain untuk FC Bulleen Lions. Aaron Nathan Ang, pemain diaspora asal Jerman, bermain untuk Youth FC Nottingen.
Keberadaan pemain-pemain diaspora ini menunjukkan upaya timnas Indonesia U-17. Hal ini untuk mencari talenta yang memiliki latar belakang bermain di negara-negara sepak bola yang lebih maju.
Mereka diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengangkat prestasi timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia 2023 dan meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Pemusatan Latihan Untuk Pildun U-17
Para pemain diaspora tersebut, yaitu :
Welberlieskott de Halim Jardim, Madrid Augusta, Mahesa Ekayanto, Staffan Qabiel Horrito, Aaron Liam Suitela, dan Aaron Nathan Ang, akan menjalani pemusatan latihan bersama dengan 28 pemain lainnya di Timnas Indonesia U-17.
Pemusatan latihan ini berlangsung di Jakarta mulai dari 10 Juli hingga 28 Agustus 2023.Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, menyatakan bahwa seleksi pemusatan latihan dilakukan dengan sangat selektif.
Kemudian, mempertimbangkan kualitas pemain, kemampuan individu, kekompakan dengan rekan setim, mentalitas, disiplin, dan faktor-faktor lainnya.
Tujuan utama dari pemusatan latihan ini adalah untuk mempersiapkan skuad Timnas Indonesia U-17 dalam menghadapi Piala Dunia U-17 2023 dengan sebaik-baiknya.
Selama pemusatan latihan, para pemain akan menjalani tes kesehatan dan bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik mereka.
Pelatih Bima Sakti dan stafnya akan memberikan pembinaan dan pengarahan kepada para pemain. Serta melakukan pemilihan final untuk menyusun skuad yang akan mewakili Indonesia di Piala Dunia U-17.
Diaspora Kontribusi Berharga Bagi Timnas U-17 Indonesia
Kehadiran para pemain diaspora ini memberikan diversitas dan kontribusi berharga bagi timnas Indonesia U-17. Mereka membawa pengalaman bermain di negara-negara dengan level sepak bola yang lebih tinggi. Serta kualitas individu yang dapat memperkaya permainan timnas Indonesia.
Berharap, kolaborasi antara pemain diaspora dan pemain lokal dapat menghasilkan sinergi yang positif dan membantu mencapai kesuksesan dalam turnamen Piala Dunia U-17 2023.
