Mojokerto – Di tengah suasana haru dan penuh kebanggaan, sebanyak 646 wisudawan dan wisudawati Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto resmi dikukuhkan dalam Wisuda dan Pelantikan ke-XXVIII Tahun 2025 yang berlangsung pada Rabu (5/11/2025) pagi di aula kampus setempat. Momen sakral ini menjadi tonggak awal pengabdian bagi para lulusan yang telah menuntaskan pendidikan di bidang kesehatan.
Acara dihadiri oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, jajaran pimpinan kampus, dosen, dan keluarga besar para lulusan. Prosesi wisuda ini menjadi momentum bersejarah yang tak hanya menandai akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan yang siap mengabdi.
Rektor Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto, Indah Lestari, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para lulusan yang telah memenuhi standar kelulusan nasional. Ia berharap universitas tetap menjadi lembaga pendidikan unggulan di bidang kesehatan.
“Kami merasa bangga karena para lulusan telah terbukti terbekali dengan standar nasional. Kami berharap ke depan Universitas Bina Sehat PPNI dapat terus mengemban amanah untuk menjadi kampus yang unggul,” ungkap Indah.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi lulusan di dunia kerja, serta menjaga integritas dan nama baik almamater. Dalam pesan lanjutannya, ia mengajak para lulusan untuk senantiasa memberi dampak positif bagi masyarakat, terlepas dari profesi apapun yang kelak dijalani.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Bina Sehat PPNI atas kontribusinya dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.
“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya,” tutur Albarra. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sepanjang hayat, mendorong lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Menurut Albarra, tantangan dunia kesehatan saat ini membutuhkan profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dan integritas. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap membuka ruang kolaborasi bagi tenaga kesehatan dalam peningkatan layanan masyarakat.
Ia pun mengingatkan para wisudawan untuk menghargai perjuangan orang tua dan menjadikan pencapaian hari ini sebagai awal dari perjuangan yang lebih besar. “Keberhasilan akademik ini adalah langkah awal. Ujian kehidupan yang sesungguhnya menanti di depan,” tambahnya.
Dengan jumlah lulusan yang terus meningkat, Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan inovatif. Kampus ini menempatkan diri sebagai bagian dari pembangunan kesehatan nasional, dengan lulusan yang siap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis integritas dan dedikasi.
