Mojokerto – Kota Mojokerto, Jawa Timur, akan menggelar Program Nasional Sub PIN Polio pada 15 Januari hingga 25 Februari 2024. Program ini menyasar anak usia 0-7 tahun 11 bulan.
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk ikut menyukseskan program ini.
“Imunisasi polio ini penting untuk masa depan generasi Kota Mojokerto lebih sehat dan kuat,” ungkap Ali Kuncoro, usai melakukan sidak di Puskesmas Kedundung, Selasa (9/1/2023).
Pos PIN Polio di Kota Mojokerto disediakan di Puskesmas, Posyandu, serta di seluruh sekolah TK-PAUD dan SD kelas 1 dan 2.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penyakit, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr. Farida Mariana M.Kes menjelaskan, seluruh anak di Kota Mojokerto harus mendapat imunisasi polio, mengingat hingga saat ini polio belum ada obatnya.
“Sasaran kita sebanyak 15.900 anak, jangan ada yang ketinggalan, sapu habis agar anak-anak kita sehat, ini penting karena polio ini tidak ada obatnya,” ungkap dr. Farida.
Sosialisasi massif juga telah dilakukan untuk menyukseskan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto, termasuk melakukan sinergi antar OPD.
“Kami Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Dinas Kominfo untuk melakukan publikasi, menggerakkan seluruh support sistem yang ada di jajaran kami mulai dari puskesmas, posyandu, kader. kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan juga,” imbuh dr. Farida.
Anak-anak Antusias Imunisasi Polio
Di Puskesmas Kedundung, Ali Kuncoro menyaksikan langsung pelaksanaan Sub PIN Polio. Ia melihat anak-anak sangat antusias mengikuti program ini.
Salah satu anak yang diimunisasi polio adalah Ica, 5 tahun. Ica mengaku tidak takut disuntik.
“Tidak sakit kok, bu,” kata Ica kepada Ali Kuncoro.
Ali Kuncoro berharap, seluruh anak di Kota Mojokerto dapat mengikuti Sub PIN Polio. Ia yakin, dengan imunisasi polio, anak-anak di Kota Mojokerto akan tumbuh sehat dan kuat.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan program imunisasi polio ini,” ajak Ali Kuncoro.
