Gresik – “Praktis dan menenangkan,” begitu komentar warga Kepuh Klagen, Kecamatan Wringinanom, saat mengikuti sosialisasi produk kesehatan Bye-Bye Fever, Kamis (10/7/2025). Acara yang digelar di Balai Desa itu diikuti puluhan warga, terutama ibu-ibu PKK dan kader kesehatan desa, dalam suasana yang penuh antusiasme dan interaksi aktif.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PT Hisamitsu Pharmaceutical, produsen Bye-Bye Fever, dengan Pemerintah Desa Kepuh Klagen untuk mengenalkan alternatif penanganan demam yang mudah, aman, dan efektif. Produk berupa plester kompres dingin ini telah dikenal luas sebagai solusi cepat untuk meredakan demam, baik pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Hatta menyampaikan apresiasi atas digelarnya kegiatan edukatif tersebut.
“Produk Bye-Bye Fever dikenal aman, praktis, dan efektif menurunkan panas tanpa efek samping. Kami berharap ini bisa jadi solusi alternatif yang terjangkau bagi warga,” ujar Hatta di hadapan para peserta.
Kegiatan dipandu oleh Amik Bye-Fever, brand representative resmi, yang menjelaskan manfaat Bye-Bye Fever melalui pendekatan 3M: Meredakan demam, Menyegarkan tubuh, dan Mengusir gerah. Ia juga menjelaskan bahwa produk tersedia dalam tiga varian: bayi, anak-anak, dan dewasa, dan seluruhnya telah melewati uji klinis.
Amik menambahkan, “Kami siap bekerja sama dalam program edukasi lanjutan dan mendampingi kader kesehatan agar penggunaan produk ini maksimal.”
Selain sesi penjelasan produk, acara juga diisi dengan diskusi terbuka dan pembagian sampel gratis. Rencana kerja sama lanjutan pun dibahas, termasuk pendistribusian produk ke posyandu dan toko-toko kelontong desa agar mudah diakses masyarakat.
Semangat warga terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Para ibu rumah tangga mengaku senang bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang penanganan gejala awal demam yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.
Inisiatif ini menjadi contoh sinergi positif antara pihak swasta dan pemerintah desa dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya penanganan dini demam secara praktis dan aman. Pemerintah desa pun berharap kegiatan seperti ini bisa digelar secara rutin sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
