Pekalongan – Di tengah lantunan doa dan suasana khidmat haul ulama, Wakil Gubernur Jawa Tengah menegaskan kembali peran Al-Qur’an sebagai penuntun hidup yang melampaui sekadar bacaan ritual. Al-Qur’an, menurutnya, harus dihadirkan sebagai sumber ketenangan batin sekaligus penguat nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Haul KH. M. Sa’ied Bachruddin Khorol Jaza’ ke-27, Ny. Hj. Chimdati Elliya Bachiya ke-8, KH. Ahmad Mukhlis Chasani ke-3, serta Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Asma Chusna di Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/01/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri, wali santri, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menuturkan bahwa sejak pertama kali diturunkan, Al-Qur’an telah berfungsi sebagai petunjuk hidup umat manusia. Kandungan nilai kebaikan, nasihat, dan peringatan di dalamnya diyakini mampu membentuk akhlak serta menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi siapa pun yang mendekatinya.
Gus Yasin mencontohkan kisah masuk Islamnya Sayyidina Umar bin Khattab. Sosok yang awalnya dikenal keras menentang dakwah Nabi Muhammad SAW itu akhirnya luluh setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Dari peristiwa tersebut, Umar meyakini bahwa kalam yang dibacanya bukanlah perkataan manusia, melainkan wahyu Ilahi yang memiliki kekuatan luar biasa dalam mengubah hati.
“Al-Qur’an ketika dibaca atau didengarkan, meskipun belum sepenuhnya dipahami maknanya, mampu mengetuk dan mengubah hati,” ujar Gus Yasin di hadapan para hadirin.
Ia menambahkan, menjauh dari Al-Qur’an berisiko membuat hati menjadi keras dan kehilangan kepekaan. Sebaliknya, kedekatan dengan Al-Qur’an akan melahirkan ketenangan batin, memperhalus sikap, serta meningkatkan kepedulian sosial. Karena itu, Gus Yasin mendorong masyarakat, khususnya para santri dan keluarga pesantren, untuk membiasakan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan apresiasi berupa bisyaroh kepada para santri penghafal Al-Qur’an. Sebanyak 16 santri menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk dukungan dan penghormatan atas ikhtiar mereka menjaga dan menghafalkan kalam Allah. Secara simbolis, bisyaroh diserahkan kepada Nadhief Attaftazani, Alya Naqowati Bahrya, Aliyatul Fudhla, Kamilatuz Zulfa, dan Iffi Chubaibata yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.
“Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semua. Pemerintah hadir sebagai bagian dari ikhtiar, termasuk memberi apresiasi kepada mereka yang telah mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz,” kata Gus Yasin.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Asma Chusna, Zufar Mubarok, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan haul dan haflah akhirussanah tersebut. Menurutnya, kehadiran Taj Yasin bukan sekadar sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai representasi tokoh pesantren.
“Guru kami, Wagub Taj Yasin. Beliau tidak hanya Wakil Gubernur, tetapi juga pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang,” ujar Zufar.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wasilah turunnya keberkahan dan ampunan dari Allah SWT bagi seluruh hadirin. Zufar juga mengapresiasi para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Asma Chusna, seraya mendoakan agar para santri dimudahkan dalam menerima dan mengamalkan ilmu selama menempuh pendidikan di pesantren.
