Jombang – “Dunia bukan tujuan akhir.” Pesan itu mengemuka di tengah suasana istirahat para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jombang setelah menunaikan salat Zuhur di Masjid Pemda Jombang, Selasa (8/9/2026). Ustaz Khoiril Anam mengingatkan para aparatur pemerintah agar kenikmatan dunia, jabatan, maupun harta tidak membuat seseorang mengabaikan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Ceramah keagamaan tersebut disampaikan kepada ASN di lingkungan Pemkab Jombang pada jam istirahat selepas salat Zuhur. Dalam tausiyahnya, Khoiril menyoroti bahaya hubbud dunya atau kecintaan yang berlebihan terhadap kehidupan dunia. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Hubbud-dunya ra’su kulli khathi’ah”, yang bermakna kecintaan terhadap dunia dapat menjadi pangkal berbagai keburukan.
Menurut Khoiril, ajaran tersebut bukan berarti manusia harus meninggalkan pekerjaan, harta, jabatan, maupun berbagai aktivitas kehidupan. Justru, aktivitas dunia dapat berubah menjadi bekal menuju akhirat selama dilakukan dengan cara yang baik, memberi manfaat, serta tidak merugikan orang lain.
“Orang yang bekerja, berusaha, dan menjalankan aktivitas kehidupan, semuanya bisa bernilai akhirat. Standarnya adalah apa yang dilakukan itu bermanfaat, membawa berkah, tidak menimbulkan mudarat, tidak merugikan dan tidak menyakiti orang lain,” jelasnya.
Ia menilai persoalan muncul ketika kecintaan terhadap dunia mendorong seseorang menempuh berbagai cara demi memperoleh keuntungan. Dalam kondisi demikian, jabatan, kekayaan, maupun kesempatan yang semestinya menjadi sarana berbuat baik justru dapat berubah menjadi sumber pelanggaran dan beban pertanggungjawaban.
Khoiril, yang rutin memberikan ceramah keagamaan di Masjid Pemda Jombang, mengajak para ASN membangun cara pandang yang tidak hanya berorientasi pada hasil duniawi. Kesadaran terhadap kehidupan akhirat, menurut dia, akan mendorong seseorang lebih berhati-hati ketika menjalankan pekerjaan maupun mengambil keputusan.
“Tidak mau menyeleweng karena takut kepada Allah. Tidak mau berbuat curang karena takut kepada Allah. Tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya karena sadar bahwa semua perbuatan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” pesannya.
Ia menjelaskan, rasa takut kepada Allah atau khasy-yah dapat menjadi benteng moral ketika seseorang menghadapi kesempatan untuk melakukan penyimpangan. Kesadaran tersebut dinilai sangat relevan bagi ASN karena mereka memegang tanggung jawab pelayanan publik sekaligus amanah pemerintahan.
Dalam ceramah itu, Khoiril juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW mengenai balasan bagi seseorang yang rela meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah. Menurutnya, keyakinan tersebut perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat menjalankan kewajiban sebagai pegawai pemerintahan.
“Orang yang punya rasa takut kepada Allah akan berpikir, bukan hanya saya mendapatkan apa di dunia, tetapi bagaimana nasib saya di akhirat nanti,” katanya.
Orientasi terhadap akhirat, lanjut dia, akan membuat seseorang tidak mudah tergoda keuntungan sesaat. Meskipun tersedia kesempatan memperoleh manfaat pribadi, setiap langkah tetap harus dipertimbangkan berdasarkan benar atau salah serta dampaknya terhadap orang lain.
“Bagaimanapun juga, apa yang kita lakukan nanti akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah,” tegasnya.
Khoiril menambahkan bahwa berbagai kenikmatan yang dimiliki manusia memiliki batas, mulai dari kekayaan, kedudukan hingga kekuatan fisik. Karena itu, mengejar kesenangan dunia dengan mengorbankan nilai kejujuran dan keselamatan akhirat dinilai sebagai pilihan yang keliru.
Bagi ASN, menurutnya, pekerjaan sehari-hari justru dapat menjadi jalan memperoleh nilai ibadah. Menjalankan tugas secara jujur, menjaga amanah jabatan, melayani masyarakat dengan baik, tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, serta menghindari tindakan yang merugikan orang lain merupakan bagian dari perilaku yang dapat bernilai akhirat.
“Jangan hanya berpikir enak di dunia. Yang harus dipikirkan juga adalah pertanggungjawaban kita di akhirat,” pungkasnya.
Pesan keagamaan tersebut menjadi pengingat bagi ASN Pemkab Jombang bahwa tanggung jawab sebagai aparatur tidak berhenti pada pelaksanaan tugas administratif. Integritas, kejujuran, pelayanan kepada masyarakat dan kesadaran akan pertanggungjawaban menjadi nilai yang harus berjalan beriringan agar pekerjaan di dunia sekaligus dapat menjadi bekal kehidupan akhirat.
