Sangatta – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momen bersejarah yang penuh makna. Acara yang dihadiri sekitar 1.400 tamu undangan ini mencerminkan keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia.
Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju, tokoh agama dan budaya, hingga para pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan IKN turut hadir, menunjukkan bahwa Nusantara adalah milik bersama, dari berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Carolina Laoh, tokoh Konghucu dari Kutai Timur. Carolina menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari upacara perdana di IKN.
“Sebagai salah satu tamu VIP, saya merasa sangat bangga dan terhormat. Upacara ini bukan hanya simbol kemerdekaan, tetapi juga cerminan dari keberagaman bangsa Indonesia,” ujar Carolina dengan penuh semangat.
Carolina juga menambahkan, “Saya berharap upacara ini dapat semakin mempererat hubungan antaragama dan antar golongan, baik di Kutai Timur, Kalimantan Timur, maupun seluruh Indonesia. Keberagaman adalah kekuatan kita, dan momen seperti ini sangat penting untuk merayakan dan menguatkannya.”
Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Istana Negara IKN ini dimulai pukul 10.41 WITA.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang diiringi dengan atraksi udara dari sembilan pesawat F-16 milik TNI Angkatan Udara di bawah komando I Putu Satria Kedaton.Antusiasme masyarakat yang hadir, baik sebagai tamu undangan maupun pekerja di sekitar proyek IKN, sangat terasa.
Mereka menyaksikan langsung momen bersejarah ini dengan penuh kebanggaan. Upacara ini tidak hanya memperingati proklamasi kemerdekaan, tetapi juga merayakan semangat persatuan dan kebhinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia.
Acara ini akan dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian di sore hari, yang dijadwalkan dimulai pukul 15.45 WITA.
Penurunan bendera negara Sang Merah Putih akan menutup rangkaian upacara ini pada pukul 17.00 WITA. Panitia pelaksana kegiatan menyatakan bahwa upacara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen refleksi dan perayaan keberagaman yang ada di Nusantara.
Peringatan HUT ke-79 RI di IKN ini memang menjadi simbol bagaimana Indonesia, dengan segala keberagamannya, bisa bersatu padu membangun masa depan bersama di tanah Nusantara.
