Tokyo – Seperti mimpi buruk yang datang tanpa aba-aba, Jepang kembali diguncang gelombang tsunami usai gempa berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang lepas pantai Kamchatka, Rusia Timur Jauh, pada Rabu pagi (30/7/2025). Dentuman besar ini langsung memicu sirene tsunami di Hokkaido, Tohoku, dan hingga ke sebagian besar kawasan Samudera Pasifik, termasuk Indonesia.
Badan Meteorologi Jepang mencatat gelombang awal setinggi 30 hingga 50 sentimeter menerjang pelabuhan Kushiro, Hanasaki, dan Ishinomaki. Namun gelombang susulan diperkirakan bisa mencapai hingga 3 meter. Pemerintah segera memerintahkan evakuasi lebih dari dua juta warga pesisir, terutama di utara Jepang. Trauma tsunami 2011 membayangi langkah cepat ini.
“Kami imbau warga jangan menunggu, segera menuju dataran tinggi,” ujar pejabat Badan Meteorologi Jepang dalam pernyataan resminya.
Detik-detik gelombang tiba terekam jelas di berbagai kota. Air laut tiba-tiba surut drastis, pertanda klasik datangnya tsunami. Di kota Ishinomaki, lonceng peringatan berbunyi nyaring. Sementara, layanan kereta api cepat dihentikan, dan sekolah-sekolah dipulangkan lebih awal demi keselamatan.
Gubernur Kushiro menegaskan bahwa ini adalah peringatan tsunami terbesar sejak satu dekade terakhir. Meskipun belum ada laporan korban atau kerusakan signifikan, seluruh pesisir timur Jepang tetap dalam status siaga tinggi.
Gelombang tsunami tak hanya mengancam Jepang. Indonesia melalui BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Gorontalo. Peringatan ini dikeluarkan setelah gempa tercatat oleh sistem monitoring pada pukul 06.24 WIB, dengan koordinat 52.54 LU dan 160.07 BT serta kedalaman 43 km.
“Pemutakhiran peringatan dini tsunami … wilayah Indonesia Timur berpotensi terimbas meski gelombang diperkirakan di bawah 0,5 meter,” tulis BMKG dalam rilis resminya.
Gelombang kecil juga terpantau di wilayah Jayapura dan Halmahera. Sejumlah warga di Bitung, Ternate, dan Sorong telah dievakuasi ke titik-titik aman oleh aparat setempat. Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, namun kewaspadaan tetap diperintahkan.
Di belahan lain, Rusia melakukan evakuasi besar-besaran di kota Severo-Kurilsk, di mana gelombang hingga 5 meter tercatat menghantam pesisir. Di Hawaii dan pesisir barat Amerika Serikat, gelombang mencapai lebih dari 1,7 meter, namun tak menyebabkan kerusakan berarti.
Para ahli menyebut gempa ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah modern, bahkan masuk dalam 6 gempa paling kuat sepanjang masa. Magnitudo 8,8 yang terjadi di zona subduksi Pasifik utara ini membawa dampak global karena berpotensi memicu gelombang laut lintas benua.
Penutup singkat: Jepang dan Indonesia hari ini kembali diuji oleh amarah alam yang datang dari dasar samudera. Meski belum menelan korban jiwa, peringatan tsunami menjadi pengingat keras pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan, dan sinergi antar negara di lingkar Pasifik dalam menghadapi ancaman yang tak mengenal batas negara.
