Mojokerto – Makam Troloyo di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, berubah menjadi pusat perhatian spiritual dan budaya dengan hadirnya Troloyo Fest 2025. Acara ini menjadi penanda peringatan Haul Syekh Jumadil Kubro sekaligus Hari Santri Nasional, dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, yang akrab disapa Gus Bupati.
Pagelaran ini merupakan inisiatif perdana dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, dengan mengusung tema “Jejak Sejarah Jiwa Budaya Meneladani Warisan Para Ulama”. Troloyo Fest 2025 digelar selama dua hari, dari Kamis (23/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025).
Dalam sambutannya, Gus Bupati menekankan pentingnya mengenalkan kembali jejak Islam awal yang ada di Mojokerto kepada masyarakat luas. Ia menyebut bahwa keberadaan Makam Troloyo sebagai situs bersejarah perlu diangkat menjadi simbol spiritual nasional.
“Kami ingin mengenalkan kepada khalayak ramai di seluruh Indonesia, bahwa dahulu di tempat ini (Makam Troloyo) ada sebuah jejak sejarah yang tidak terpisahkan dari cikal bakal tersebarnya Islam di Nusantara,” ujar Gus Bupati pada Kamis malam.
Syekh Jumadil Kubro, atau yang dikenal sebagai Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini, merupakan tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia. Ia diyakini sebagai salah satu sesepuh Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di era Majapahit, terutama di Pulau Jawa.
Gus Bupati menambahkan bahwa Troloyo Fest diharapkan menjadi agenda tahunan yang berskala nasional. Hal ini juga diharapkan mampu menarik perhatian publik terhadap Kabupaten Mojokerto sebagai pusat spiritual dan sejarah Islam di tanah air.
“Jika kemudian membawa respon dan dampak positif bagi Kabupaten Mojokerto, maka kita akan berpikir ke depan untuk membuat festival yang berskala nasional sehingga Kabupaten Mojokerto dikenal di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain penguatan identitas sejarah, Troloyo Fest juga diharapkan mampu menggairahkan sektor ekonomi lokal. Acara ini turut menghadirkan band Letto bersama sang vokalis sekaligus cendekiawan Sabrang Mowo Damar Panuluh, serta pengajian umum bersama Gus Kautsar.
Tatang Mahendra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi.
“Dengan adanya kegiatan ini, Pemkab Mojokerto berharap bisa menumbuhkan jiwa kultural masyarakat dan meningkatkan ekonomi melalui sektor pariwisata,” terang Tatang.
Dengan kolaborasi spiritual, budaya, dan ekonomi lokal, Troloyo Fest 2025 menjadi simbol sinergi antara warisan sejarah dan pembangunan daerah.
