Mojokerto – “Pendidikan adalah investasi yang tak pernah kehilangan nilai.” Semangat itulah yang mewarnai langkah Pemerintah Kabupaten Mojokerto saat menyalurkan dana insentif kepada ribuan guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para pendidik yang selama ini berperan membangun fondasi karakter dan pengetahuan generasi penerus sejak usia dini.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Bupati Muhammad Albarraa menyerahkan dana insentif kepada 1.661 kepala sekolah dan guru PAUD di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/7/2026). Masing-masing penerima memperoleh insentif sebesar Rp250.000 per bulan yang dicairkan sekaligus untuk enam bulan pertama, sehingga setiap guru menerima Rp1.500.000. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus memberikan perhatian kepada tenaga pendidik nonformal yang belum menerima tunjangan profesi.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan insentif kepada 1.661 kepala sekolah dan guru PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto dengan besaran Rp250.000,00 setiap bulan, dan pada kesempatan hari ini disalurkan untuk 6 bulan pertama sehingga setiap penerima memperoleh sebesar Rp1.500.000,” ungkap Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.
Menurut Albarraa, pendidikan anak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas pada masa mendatang. Karena itu, para guru PAUD diharapkan terus menjalankan tugas dengan penuh dedikasi agar anak-anak yang mereka didik mampu menjadi generasi unggul ketika Indonesia memasuki masa Indonesia Emas 2045.
“Anak usia dini yang sekarang panjenengan didik, di tahun 2045 mereka akan menjadi anak-anak yang mengisi Indonesia Emas. Maka kami berharap anak-anak ini mendapatkan pendidikan yang baik, mendapatkan bimbingan yang baik, dan mendapatkan pelajaran yang baik,” imbaunya.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam misi kedua Catur Abhipraya Mubarok. Melalui peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah berupaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, makmur, serta memiliki karakter yang kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari menjelaskan bahwa penerima insentif telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan. Guru dan kepala sekolah PAUD yang memperoleh bantuan merupakan tenaga pendidik yang diusulkan berdasarkan masa kerja tertinggi dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen serta belum menerima tunjangan profesi guru.
“Para kepala sekolah dan guru PAUD penerima insentif diusulkan berdasarkan masa kerja tertinggi pada aplikasi Dapodik Kemendikdasmen dan yang belum menerima tunjangan profesi guru,” terang Amsar Azhari.
Program pemberian insentif tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi para guru PAUD dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini. Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran strategis guru PAUD sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Dengan dukungan yang berkelanjutan, kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Mojokerto diharapkan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
