Mojokerto – Duka mendalam terasa di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Sabtu siang (5/4/2025), ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) dan Wakil Bupati M. Rizal Oktavian melayat ke rumah duka korban tanah longsor yang terjadi di kawasan Cangar.
Tanah longsor tersebut tidak hanya merusak akses jalan, tetapi juga merenggut nyawa, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat. Dalam suasana yang penuh keharuan, Gubernur Khofifah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga para korban mendapat husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ucap Khofifah.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menangani dampak bencana secara cepat dan tepat. Bentuk sinergi ini diwujudkan dalam kebijakan tanggap darurat dan perencanaan mitigasi jangka panjang.
Di lokasi yang sama, Gus Barra menjelaskan bahwa Pemkab Mojokerto telah menutup sementara jalur Cangar guna mempercepat proses pembersihan material longsor. Jalur tersebut akan kembali dibuka setelah dipastikan aman bagi pengguna jalan.
“Penutupan sementara ini dilakukan untuk pembersihan dan pengamanan jalur. Kami utamakan keselamatan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk pencegahan di masa depan, Gus Barra juga mengusulkan pemasangan papan informasi cuaca di sepanjang jalur rawan. Ia berharap dengan adanya informasi yang mudah diakses, pengendara bisa lebih waspada saat melintasi jalur pegunungan.
“Kami sudah minta Dinas Bina Marga Provinsi untuk segera menyiapkan papan informasi cuaca di area sebelum masuk jalur Cangar,” ungkapnya.
Kunjungan ke rumah duka ini menjadi simbol bahwa negara hadir dalam situasi sulit. Dukungan emosional dan teknis dari pemimpin daerah diharapkan bisa menguatkan masyarakat yang terdampak serta mendorong percepatan pemulihan pasca-bencana.
