Mojokerto – Dentuman keras di sore hari berubah menjadi kepanikan, ketika permainan petasan berujung petaka bagi tiga remaja di Dusun Banjarsari. Ledakan yang semula dianggap hiburan justru meninggalkan luka bakar dan trauma bagi korban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (20/3/2026), saat tiga anak bernama Andi (17), Putra (17), dan Dika (17) bermain petasan di sekitar lingkungan rumah mereka. Diduga, petasan yang digunakan meledak secara tiba-tiba tanpa sempat dikendalikan, sehingga melukai ketiganya di beberapa bagian tubuh. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama sebelum para korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Awalnya terdengar suara ledakan, lalu kami melihat anak-anak sudah dalam kondisi terluka,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian, Jumat (20/3/2026).
Ledakan tersebut disebut cukup keras hingga mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa warga bergegas mendatangi sumber suara dan mendapati ketiga remaja dalam kondisi mengalami luka bakar. Dengan sigap, warga melakukan penanganan awal sambil menunggu bantuan lanjutan untuk membawa korban ke tempat perawatan.
Hingga saat ini, kondisi ketiga korban masih dalam penanganan medis. Belum ada keterangan resmi terkait tingkat keparahan luka, namun pihak keluarga dan warga terus memantau perkembangan kondisi mereka.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya penggunaan petasan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Aktivitas yang kerap dianggap sebagai bagian dari tradisi atau hiburan menjelang hari besar keagamaan ini memiliki risiko tinggi jika tidak diawasi dengan baik.
Selain itu, penggunaan petasan dengan daya ledak tinggi dinilai sangat berbahaya dan dapat menyebabkan cedera serius bahkan fatal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati serta membatasi penggunaan petasan demi menjaga keselamatan bersama.
Orang tua juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah. Edukasi mengenai bahaya petasan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Kejadian di Dusun Banjarsari ini menjadi pelajaran penting bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlebih di tengah suasana perayaan yang seharusnya penuh kebahagiaan.
