Malang – Dunia industri pangan perikanan terus bergerak cepat, menuntut sumber daya manusia yang tak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi modern. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), menggelar rangkaian 3-in-1 Program dengan menghadirkan akademisi internasional serta praktisi industri pengolahan hasil perikanan pada April 2026.
Program yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan pembelajaran berbasis global dan kebutuhan industri. Kegiatan diikuti aktif oleh mahasiswa THP FPIK UB dengan menghadirkan dosen tamu dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) dan sejumlah profesional industri nasional di bidang pengolahan hasil perikanan.
Salah satu agenda utama dalam program ini menghadirkan Ts. Dr. Siti Faridah Mohd. Amin dari Faculty of Food Science and Nutrition, Universiti Malaysia Sabah. Dalam sesi yang berlangsung pada 21 dan 24 April 2026, ia membawakan materi bertajuk Forced Heat Transfer II: Freeze Drying, Spray Drying, and Frying serta Drying Equipment and Drying Systems.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Faridah menjelaskan perkembangan teknologi pengeringan modern untuk produk hasil perikanan, termasuk konsep freeze-drying atau lyophilization. Teknologi ini dinilai mampu mempertahankan kandungan nutrisi, tekstur, serta kualitas produk pangan laut dibandingkan metode pengeringan konvensional.
“Teknologi freeze-drying bekerja melalui proses pembekuan dan sublimasi untuk menghilangkan kadar air tanpa merusak struktur bahan pangan, sehingga kualitas produk tetap terjaga,” jelas Dr. Siti Faridah dalam sesi pembelajaran.
Materi tersebut mendapat perhatian besar dari mahasiswa, terutama terkait peluang penerapan teknologi pada produk hasil laut bernilai tambah tinggi seperti seafood instan, produk ekspor, hingga pangan fungsional berbasis perikanan.

Tak hanya menghadirkan akademisi internasional, rangkaian 3-in-1 Program THP FPIK UB juga melibatkan praktisi industri untuk memperkaya wawasan mahasiswa terkait implementasi sistem mutu dan pengendalian kualitas di sektor pengolahan pangan perikanan.
Pada sesi berikutnya, Aryandi Ramadhan, S.Pi., M.P., M.Sc., selaku Quality Control Section Head PT Wonokoyo Jaya Corporindo membawakan materi Root Cause Analysis Methods to Evaluate Process Failures in Fisheries Processing Systems dan Measurement and Calculation of Double Seam Dimensions for Process Control in Fish Canning Industry.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada metode identifikasi penyebab kegagalan proses produksi, sistem pengendalian mutu industri pengalengan ikan, hingga evaluasi teknis yang diperlukan untuk menjaga keamanan pangan dan kualitas produk perikanan.
Sementara itu, Dian Maleva, S.Pi., Assistant Manager Quality Assurance PT Bumi Menara Internusa, memberikan materi mengenai Prerequisite Programs in Fisheries Processing Industry dan Food Allergen Risk Management in Fish Processing Industry to Ensure Consumer Safety. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai manajemen risiko alergen, sistem jaminan mutu, hingga pentingnya keamanan pangan dalam industri pengolahan hasil laut modern.
Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UB menyampaikan bahwa pelaksanaan 3-in-1 Program menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi lulusan agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri global.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga pengalaman belajar langsung dari akademisi internasional dan praktisi industri yang memiliki pengalaman nyata di bidang pengolahan hasil perikanan,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, THP FPIK UB berharap mahasiswa mampu memahami perkembangan teknologi pengolahan pangan masa depan, sistem pengendalian mutu industri, serta inovasi pengolahan hasil perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 14 (Ekosistem Laut).
