Banyuwangi – Aroma tak sedap yang menyeruak dari dalam rumah ibarat alarm sunyi yang kerap diabaikan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi pertanda bahwa tangki septik telah mencapai kapasitas maksimal dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi pembuangan limbah domestik. Tangki septik yang dibiarkan penuh berpotensi menyebabkan rembesan limbah masuk ke dalam tanah dan mencemari sumber air yang digunakan warga sehari-hari. Untuk mencegah dampak tersebut, penyedotan tangki septik dianjurkan dilakukan secara berkala setiap tiga hingga lima tahun, dengan mempertimbangkan tingkat penggunaan, ukuran tangki, serta jumlah penghuni rumah.
“Penyedotan setiap 3 hingga 5 tahun sekali itu sangat bagus. Namun, tetap harus memperhatikan intensitas pemakaian, kapasitas tangki, serta jumlah penghuni rumah,” tegas Edi Purnomo, S.T., M.M.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman (Perkim) DPU CKPP Banyuwangi itu menjelaskan bahwa keterlambatan dalam melakukan penyedotan tidak hanya memunculkan bau menyengat, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan akibat tercemarnya lingkungan sekitar.
“Jika dibiarkan penuh, limbah kotoran bisa merembes ke tanah dan mencemari air sumur. Selain bau, ini bisa memicu berbagai penyakit bagi warga sekitar,” tambahnya.
Sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas sanitasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan layanan sedot tinja resmi bernama SENJAWANGI. Program tersebut telah terintegrasi dengan sistem digital sehingga masyarakat dapat mengakses layanan melalui aplikasi Smart Kampung Banyuwangi dengan lebih mudah dan cepat.
Setelah laporan diterima, armada truk beserta perlengkapan yang dimiliki DPU CKPP akan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyedotan. Sistem berbasis digital tersebut juga memungkinkan warga memantau tahapan pelayanan secara langsung sehingga proses yang berlangsung menjadi lebih transparan dan memberikan rasa aman bagi pengguna.
Layanan SENJAWANGI tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pengelola rumah kos, hotel melati, hingga hotel berbintang yang beroperasi di Banyuwangi. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah domestik secara benar.
“Intinya demi kesehatan warga. Kami hadir memberi layanan ini untuk memastikan lingkungan tetap bersih, masyarakat sehat, dan kualitas air tanah di Banyuwangi tetap terjaga aman,” pungkas Edi.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan tangki septik yang baik menjadi bagian penting dalam melindungi kualitas air tanah dan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan layanan SENJAWANGI, pemerintah berharap kesadaran warga terhadap sanitasi semakin meningkat sehingga lingkungan yang bersih dan sehat dapat terus terjaga.
