Jember – Derap ribuan langkah kembali bersiap membelah jalur Tanggul hingga Jember. Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember memastikan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 kembali digelar dengan persiapan lebih matang, kemasan lebih semarak, serta target peserta yang lebih besar. Hingga Rabu (12/8/2026), jumlah pendaftar telah mencapai 8.257 orang.
Tajemtra merupakan agenda tradisional masyarakat Jember yang telah berlangsung sejak 1977. Tahun ini, Disporabudpar menargetkan sebanyak 20.000 peserta mengikuti perjalanan sekitar 31 kilometer dari kawasan Tanggul menuju Jember. Selain menjadi ajang olahraga ketahanan fisik, kegiatan tersebut juga diposisikan sebagai ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan Tajemtra telah tumbuh menjadi bagian dari identitas masyarakat Jember sejak pertama kali digelar pada era Bupati Abdul Hadi.
“Tajemtra adalah momentum kebanggaan bagi masyarakat Jember. Sejak dimulai pada era Bupati Abdul Hadi di tahun 1977, acara ini telah menjadi tradisi yang mempererat silaturahmi, sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan nilai juang, kesehatan, dan prestasi dengan menempuh jarak 31 kilometer dari Tanggul ke Jember,” ujar Bobby, Rabu siang.
Menurut Bobby, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Tajemtra. Jumlah 8.257 pendaftar yang tercatat hingga Rabu dinilai masih berpeluang bertambah mendekati target 20.000 peserta.
Persiapan tidak hanya difokuskan pada jumlah peserta dan kemeriahan acara. Disporabudpar Jember juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Polres Jember, Kodim, Polsek, dan Koramil untuk memastikan aspek keamanan serta kelancaran selama kegiatan berlangsung.
Salah satu perhatian utama panitia adalah sterilisasi jalur yang dilalui peserta. Pembatasan kendaraan akan diberlakukan di sepanjang lintasan agar peserta dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman.
“Tahun ini kami menekankan sterilisasi jalur. Tidak boleh ada kendaraan lalu lalang kecuali kendaraan dengan stiker khusus. Kami berkomitmen meminimalisir kendaraan roda dua maupun kendaraan lainnya di lintasan Tajemtra demi keselamatan seluruh peserta,” tegas Bobby.
Selain tantangan menempuh jarak puluhan kilometer, suasana Tajemtra 2026 juga akan dibuat lebih meriah dengan penampilan marching band dari sejumlah sekolah. Peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dijadwalkan ikut memeriahkan beberapa titik rute perjalanan.
Kehadiran marching band diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi peserta yang menempuh lintasan panjang. Hiburan tersebut sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat yang menyaksikan Tajemtra dari sepanjang jalur Tanggul menuju Jember.
Panitia juga menyiapkan hadiah dan uang pembinaan dengan nilai total mencapai Rp200 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp100 juta dialokasikan untuk doorprize, termasuk dua unit sepeda motor.
“Hadiah doorprize mencapai Rp100 juta, termasuk 2 unit sepeda motor. Kami juga menyediakan uang pembinaan untuk kategori perorangan, beregu, yel-yel, hingga kostum bernuansa kemerdekaan dan semangat juang,” tambahnya.
Keberadaan sejumlah kategori tersebut diharapkan membuat Tajemtra tidak hanya kompetitif dari sisi ketahanan fisik, tetapi juga semakin kreatif dan menghibur. Nuansa kemerdekaan dan semangat juang turut menjadi bagian yang ingin ditonjolkan dalam penyelenggaraan tahun ini.
Bagi masyarakat yang belum mendaftarkan diri, Disporabudpar masih membuka kesempatan untuk mengikuti Tajemtra 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui informasi yang tersedia pada media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Jember maupun melalui QR Code pada baliho dan banner di sejumlah titik.
Pendaftaran secara langsung juga tersedia di kantor kecamatan, Jember Sport Garden (JSG), serta GOR Jember. Panitia berharap kemudahan akses pendaftaran dapat mendorong lebih banyak masyarakat dari berbagai kelompok usia untuk ambil bagian.
Untuk membantu kesiapan fisik calon peserta, panitia juga menyediakan agenda latihan bersama setiap Senin sore bersama jajaran tim Bupati Jember. Informasi terkini mengenai pendaftaran, latihan, serta perkembangan penyelenggaraan Tajemtra dapat dipantau melalui akun resmi Pemkab Jember dan Bupati Jember.
“Mari kita sama-sama jaga ketertiban, kebersamaan, dan perkuat tali silaturahmi. Mari buktikan semangat juang warga Jember di Tajemtra tahun ini!” pungkas Bobby.
Dengan persiapan keamanan, hiburan, hadiah, dan keterlibatan ribuan peserta, Tajemtra 2026 diharapkan kembali menjadi pesta olahraga rakyat sekaligus ruang kebersamaan masyarakat Jember. Tradisi yang telah bertahan selama hampir lima dekade itu juga diharapkan terus menjadi simbol semangat juang dan kebanggaan daerah. (ADV)
