Dompu – Sejak tahun 2017, PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah menjalankan program pertanian organik yang kini melibatkan 96 petani di tujuh desa di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Program ini bertujuan meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sofia Witni, perwakilan Community Development STM, menyatakan bahwa perusahaan memberikan pendampingan intensif kepada petani binaan. “Kami berkomunikasi aktif dengan para petani dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam program pertanian organik. Kami berharap program ini memberi dampak nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Muhtar, petani dari Desa Cempi Jaya, merasakan manfaat program ini. “Dengan pertanian organik, saya bisa memanen kacang panjang hingga 15 kali, sedangkan metode sebelumnya hanya 7 kali. Sekarang saya mendapatkan keuntungan lebih banyak,” ungkapnya.
Yasin, petani padi organik dari Desa Daha, juga mengalami peningkatan hasil panen. “Sebelumnya hanya mencapai 16 karung, sementara dengan pertanian organik meningkat menjadi 20 karung. Produksi yang lebih banyak ini telah meningkatkan keuntungan saya,” jelasnya.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Hu’u, Adi Nuryadin, mengapresiasi program STM. Ia menilai perubahan metode pertanian dari konvensional ke organik memberikan banyak manfaat bagi petani, konsumen, dan alam. “Pertanian organik lebih sehat, menguntungkan, dan berkelanjutan karena ramah lingkungan,” katanya.
STM, perusahaan joint venture antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%) dan PT Aneka Tambang Tbk (20%), mengelola Proyek Hu’u, sebuah proyek eksplorasi tembaga di Kecamatan Hu’u, Dompu. Melalui program pertanian organik, STM menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
