Tasikmalaya – Seperti domino yang jatuh beruntun, puluhan siswa di SMAN 1 Cisayong tiba-tiba mengalami gejala keracunan makanan pada Kamis pagi. Peristiwa ini bermula dari satu siswa yang pingsan, sebelum kemudian diikuti keluhan serupa dari siswa lainnya dalam waktu yang relatif singkat.
Kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ketika seorang siswi kelas X dilaporkan kehilangan kesadaran di lingkungan sekolah. Setelah mendapatkan pertolongan awal, diketahui siswa tersebut sebelumnya mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak lama kemudian, sejumlah siswa lain mulai mengeluhkan sakit perut, mual, hingga diare. Pihak sekolah segera melakukan pendataan dan menemukan lebih dari seratus siswa mengalami gejala serupa, Kamis (9/4/2026).
“Awalnya hanya satu siswa yang pingsan, tapi kemudian laporan terus bertambah dari siswa lain dengan keluhan yang hampir sama,” ujar Wakasek Humas SMAN 1 Cisayong, Rika Humaira, S. Pd. yang diwawancarai Wartawan GOnews pada Jumat (10/4/2026).
Menindaklanjuti situasi tersebut, pihak sekolah bersama tenaga kesehatan langsung melakukan penanganan cepat. Siswa yang mengalami gejala berat segera dibawa ke Puskesmas Cisayong, sementara lainnya ditangani di lingkungan sekolah. Hingga siang hari, sebanyak 14 siswa terdata mengalami kondisi cukup serius, dengan beberapa di antaranya memerlukan perawatan lanjutan.
Kepala sekolah bersama tim medis setempat juga melakukan koordinasi untuk menelusuri penyebab kejadian. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi secara bersama-sama sebelum gejala muncul. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan sumber pasti keracunan.
Peristiwa ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Muspika Kecamatan Cisayong, tenaga kesehatan, hingga aparat keamanan yang ikut memantau perkembangan situasi. Beberapa siswa bahkan harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.
Selain itu, pihak sekolah juga menghubungi orang tua siswa untuk memastikan kondisi anak-anak mereka serta mengatur proses penjemputan bagi siswa yang sudah diperbolehkan pulang. Hingga sore hari, sebagian siswa mulai menunjukkan kondisi membaik meskipun masih dalam pengawasan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pengawasan ketat terhadap konsumsi makanan di lingkungan sekolah. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan pun telah dilakukan guna memastikan penyebab utama insiden tersebut.
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba ini menyisakan kekhawatiran, namun juga menunjukkan respons cepat dari pihak sekolah dan tenaga medis dalam menangani situasi darurat.
