Tasikmalaya – Program yang seharusnya menjadi simbol kepedulian justru berubah menjadi alarm darurat. Insiden dugaan keracunan makanan yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cisayong kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Kejadian bermula pada Kamis (9/4/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB saat seorang siswa mengalami pingsan di kelas. Setelah dilakukan penanganan awal, muncul laporan tambahan dari siswa lain yang merasakan gejala serupa seperti mual, diare, dan sakit perut. Dari hasil pendataan awal, tercatat sekitar 119 siswa mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG yang dibagikan sebelumnya.
“Gejala yang dialami siswa hampir seragam, sehingga kami langsung melakukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi bersama,” kata Wakasek Humas SMAN 1 Cisayong, Rika Humaira, S.Pd. yang diwawancarai oleh Wartawan GOnews.id pada Jumat (10/4/2026).
Pihak sekolah bersama tim kesehatan segera melakukan langkah cepat dengan memisahkan siswa yang mengalami gejala berat dan ringan. Siswa dengan kondisi serius dirujuk ke Puskesmas Cisayong, sementara lainnya tetap dipantau di sekolah. Hingga sore hari, sejumlah siswa bahkan harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Program MBG yang menjadi fokus perhatian diketahui disuplai oleh pihak ketiga dengan nomor registrasi resmi. Namun, kejadian ini memunculkan pertanyaan terkait standar keamanan dan distribusi makanan tersebut.
Pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta dinas pendidikan turut turun tangan melakukan koordinasi dan investigasi. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab telah dikirim ke laboratorium kesehatan daerah untuk diuji lebih lanjut.
Selain itu, pihak sekolah juga mengaktifkan komunikasi intensif dengan orang tua siswa guna memastikan kondisi kesehatan serta memberikan informasi perkembangan terkini. Sebagian siswa yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dengan pengawasan keluarga.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program makanan di sekolah. Tidak hanya soal distribusi, tetapi juga kualitas, kebersihan, dan keamanan konsumsi.
Dengan investigasi yang masih berlangsung, diharapkan hasil pemeriksaan dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian ini serta mencegah insiden serupa di masa depan.
