Bondowoso – Dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pengadaan seragam GP Ansor di Bondowoso mulai menyeruak. Dana senilai Rp1,3 miliar yang seharusnya didistribusikan ke ranting, ternyata tak kunjung sampai. Fakta di lapangan menunjukkan, setiap ranting hanya menerima nominal jauh lebih kecil dibanding alokasi resmi dalam proposal.
Ketua Ranting GP Ansor Desa Klabang Agung, Fatta Rasek, mengungkap bahwa dirinya hanya menerima Rp1 juta setelah dana cair. Uang tersebut diberikan oleh Ketua PC GP Ansor Bondowoso berinisial LH, yang diduga memegang kendali penuh atas pencairan dan pengelolaan dana hibah.
“Saya diperalat untuk tanda tangan dan unggah proposal. Semua diatur LH. Bahkan buku rekening juga dipegang beliau,” ujar Fatta, Selasa (26/8/2025).
Fatta juga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan dalam daftar penerima seragam. Dari puluhan nama yang tercatat, hanya segelintir yang benar-benar menerima. Selebihnya diduga fiktif. “Dalam daftar itu, hanya tiga orang yang benar-benar tanda tangan. Sisanya saya yang tandatangani sendiri,” bebernya.
Barang yang diterima ranting pun jauh dari nilai Rp100 juta. Menurut Fatta, rantingnya hanya mendapat lima stel PDH lengan pendek dan beberapa kemeja putih. “Tidak ada jas, rompi, apalagi seragam Banser,” ungkapnya.
Kejaksaan Negeri Bondowoso memastikan kasus ini telah masuk tahap penyelidikan. Kasi Intel Kejari Bondowoso, Adi Harsanto, menuturkan pihaknya sudah menerima laporan dari dua LSM dan tengah mendalami temuan awal. “Hasil Pulbaket sudah kami serahkan ke Pidsus,” tegasnya.
Data resmi mencatat, total dana hibah untuk GP Ansor Bondowoso tahun 2024 mencapai Rp1,36 miliar. Namun, hampir seluruh ranting mengaku hanya menerima antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, sangat jauh dari alokasi yang semestinya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua PC GP Ansor Bondowoso berinisial LH belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.
