Kediri – Ratusan siswa SMK Pawiyatan Daha 2 Kota Kediri kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) menjalankan program budidaya perikanan dan pertanian terpadu yang menggabungkan sistem aquaponik dan hidroponik.
Program ini sudah berjalan selama setahun dengan memanfaatkan lantai dua gedung sekolah yang sebelumnya tidak digunakan. Setiap hari, para siswa merawat ikan lele dan sayuran seperti kangkung, pakcoy, sawi, dan selada air. Semua kegiatan dilakukan dalam kerangka mata pelajaran kewirausahaan yang menyatu dengan semangat mendukung ketahanan pangan nasional.
“Disini kita bisa belajar menanam tanpa susah melakukan penyiraman setiap hari. Kita juga belajar berwirausaha, belajar mengelolah keuangan, yang berawal dari uang kas kelas,” ungkap Johan Dwi Nugroho, salah satu siswa kelas XI MPLB saat ditemui Jumat (9/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa hasil panen ikan bisa didapat setiap tiga bulan, sedangkan sayuran bisa dipanen lebih cepat, yakni 20 hari hingga sebulan sekali. Produk panen mereka kemudian dijual ke pedagang lalapan, guru, hingga masyarakat umum.
Sistem pertanian yang mereka kembangkan menggunakan metode sirkulasi air terpadu, di mana air yang mengandung nutrisi dari kotoran lele disalurkan ke tanaman, sehingga tidak perlu disiram secara manual setiap hari.
Guru pembina, Mahmud Septian Avrizal, menjelaskan bahwa selain melatih kewirausahaan, kegiatan ini juga mengajarkan siswa mengenai permodalan, pengelolaan hasil, hingga manajemen usaha skala kecil.
“Karena ini pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan, skalanya masih kecil. Kebetulan kita juga mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat. Hasilnya kembali ke anak-anak,” katanya.
Mahmud menambahkan, interaksi siswa dengan masyarakat saat memasarkan produk juga memberikan pelajaran sosial. Mereka belajar percaya diri, membangun kerja sama tim, serta praktik gotong royong dalam kelompok usaha.
Produk-produk hasil budidaya ini juga dipasarkan melalui media sosial milik sekolah dan akun pribadi para siswa. Program ini diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang adaptif terhadap tantangan zaman dan mampu berdiri secara mandiri di masa depan.
