Mojokerto – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat menuai antusiasme luar biasa dari guru dan murid di SDN Terusan 2, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Program ini dianggap sebagai jawaban atas tantangan pemenuhan gizi siswa yang kerap datang ke sekolah tanpa asupan pagi.
Program MBG yang telah berjalan dalam beberapa waktu terakhir ini tidak hanya menjangkau aspek kesehatan, tetapi juga menjadi penopang semangat belajar siswa. Para guru menyambut baik keberadaannya karena manfaat yang langsung dirasakan di lingkungan sekolah.
“Kami dan para guru sangat terbantu dengan adanya program makanan bergizi gratis ini. Banyak siswa yang sering datang ke sekolah tanpa sarapan. Alhamdulillah, sekarang mereka bisa mendapatkan makanan bergizi setiap pagi,” ujar Anis, guru kelas 6 SDN Terusan 2, pada Rabu (22/10/2025).
Anis menambahkan bahwa program ini meningkatkan konsentrasi belajar siswa serta mengurangi risiko kelelahan di jam-jam awal pelajaran. Program ini terbukti menjadi dukungan penting bagi proses belajar mengajar di tingkat dasar.
Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan legislatif daerah. Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Edi Ikhwanto, S.Sos, menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret yang berdampak luas, khususnya dalam membentuk generasi muda yang sehat dan cerdas.
“Dengan adanya program makanan bergizi gratis ini, siswa-siswi kita bisa terpenuhi kebutuhan gizinya. Ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan mereka,” kata Edi.
Ia juga menilai MBG sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jalur pendidikan dan kesehatan.
Sejumlah sekolah di Kabupaten Mojokerto telah mulai menikmati manfaat dari MBG, dan harapannya program ini dapat diperluas ke seluruh wilayah tanah air. Pemerintah pun diharapkan dapat menjaga kesinambungan program ini dengan pengawasan distribusi yang ketat serta peningkatan kualitas gizi.
Jika konsistensi program MBG terus dijaga, maka bukan hanya siswa, tetapi juga ekosistem pendidikan secara keseluruhan akan menerima manfaat jangka panjang.
